MAGELANG - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI siap untuk mempromosikan produk unggulan Kota Magelang ke pasar global. Termasuk, seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi sebagai bagian dari diplomasi.
Fungsional Diplomat Ahli Madya Kemlu RI Bambang Suharto menutarakan, Kemlu siap membantu promosi produk-produk unggulan Kota Magelang di luar negeri. Baik perdagangan maupun pariwisata.
Hal ini sejalan dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang memprioritaskan diplomasi ekonomi.
“Saya bawa teman-teman yang sedang menjalani pendidikan dan pelatihan staf atau pimpinan ke Kota Magelang untuk melihat potensi ekonomi tersebut. Termasuk potensi pariwisata yang nantinya kita bantu promosikan ke luar negeri,” ujarnya saat audiensi di kantor Wali Kota Magelang, Rabu (1/11).
Kemlu pun sudah menemukan sejumlah komoditas perdagangan dan pariwisata yang dinilai cocok untuk dipasarkan di mancanegara. Seperti kerajinan kerang laminasi yang menarik dan berpotensi untuk dipromosikan ke luar negeri.
“Teman-teman yang saya bawa ke Kota Magelang ini merupakan diplomat senior yang minimal sudah dua kali bertugas di luar negeri. Jadi, mitranya di luar negeri sudah kuat. Mereka akan membawa misi ini dengan target netes, seperti yang diinginkan oleh bapak Presiden Jokowi,” katanya.
Selain komoditas UMKM, Kemlu juga siap mempromosikan potensi pariwisata Kota Magelang. Utamanya seni dan budaya.
Menurutnya, seni dan budaya ini cocok dengan pasar luar negeri. Seperti negara tetangga, Malaysia.
Pada kesempatan itu, Kemlu akan menandantangani letter of intent (LoI) antara ASITA Kota Magelang dan Golden World Tour and Travel Penang Malaysia.
"Usaha biro perjalanan wisata di Malaysia ini siap mempromosikan pariwisata Kota Magelang di Penang dan diharap seluruh Malaysia,” jelasnya.
Menurut Bambang, pariwisata berbasis seni dan budaya cocok dengan pasar Malaysia yang sedang mengelu-elukan kerja sama sektor budaya.
Sebab, sejauh ini mereka sudah memiliki wisata alam sehingga seni dan budaya menjadi objek yang menarik bagi wisatawan asal Negeri Jiran.
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz pun menyambut baik dukungan Kemlu tersebut sebagai upaya memasarkan produk-produk unggulan wilayahnya ke pasar global.
Terlebih, Kota Magelang memang masih membutuhkan pasar, khususnya di mancanegara. Ini menjadi kesempatan emas agar Kota Magelang lebih mendunia.
“Kemlu beserta jajarannya memakai lokus Kota Magelang guna memasarkan ke seluruh dunia di mana mereka pernah bertugas. Yang diambil budaya dan perdagangan misalnya UMKM. Kalau budaya seperti Bahasa Jawa, kesenian jathilan, kuntulan dan sebagainya. Itu semua akan dieksplore,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Magelang Handini Rahayu menambahkan, kedatangan peserta diklat Sekolah Staf dan Pimpinan Luar Negeri (Sesparlu) ke Kota Magelang merupakan salah satu tugas akhir untuk diplomasi ekonomi. Hal ini, kata dia, menjadi peluang besar agar Kota Magelang dikenal oleh dunia.
“Kota Magelang menjadi salah satu pilot project. Tentu ini kebanggaan dan kesempatan besar untuk mempromosikan Kota Magelang ke negara lain. Sebab mereka punya jaringan yang kuat dan banyak, harapannya Kota Magelang akan semakin dikenal dunia,” imbuh Handini. (aya)
Editor : Amin Surachmad