Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perdana Menteri Israel Tolak Gencatan Senjata. Netanyahu: Ini Waktunya Perang

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 1 November 2023 | 23:07 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (AP News)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (AP News)

 

RADAR JOGJA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menolak dengan tegas gencatan senjata dalam perang Gaza.

Ia mengatakan apabila menyetujui keputusan tersebut berarti sama saja dengan menyerah terhadap Hamas.

Netanyahu juga mengatakan bahwa seruan untuk melakukan gencatan senjata berarti meminta Israel untuk menyerah terhadap terorisme dan barbarisme.

“Itu tidak akan terjadi. Alkitab mengatakan bahwa ada waktu untuk damai dan ada waktu untuk perang. Ini adalah waktunya untung berperang,” ucap Netanyahu.

Netanyahu menyampaikan bahwa Israel akan memenangkan perang yang terjadi.

“Israel tidak memulai perang ini. Israel tidak menginginkan perang ini. Namun, Israel akan menangkan perang ini,” ujarnya.

Netanyahu dalam konferensi persnya Senin (31/11/2023) mendapat pertanyaan terkait dengan pertimbangan pengunduran diri.

Ia mengatakan, tidak berencana untuk mengundurkan diri, meskipun terjadi kegaduhan publik atas serangan Hamas yang terjadi sejak 7 Oktober lalu hingga menewaskan setidaknya 1.400 warga Israel dan menjadi pemicu tersulutnya perang Israel Hamas hingga saat ini.

“Satu-satunya hal yang ingin saya mundurkan adalah Hamas. Kami akan memasukkan mereka ke tong sampah sejarah,” jawab Netanyahu.


“Itulah tujuan saya. Itu tanggung jawab saya,” lanjutnya.

Selain itu, ia memberikan pujian kepada Israel Defense Forces (IDF) atau Pasukan Pertahanan Israel karena telah menyelamatkan seorang sandera sebagai bukti bahwa serangan militer Israel bisa membebaskan tawanan sekaligus pukulan kepada Hamas.

Netanyahu memberikan ucapan selamat kepada IDF dan badan keamanan Shin Bet karena telah membebaskan Ori Megidish, seorang prajurit militer.


Megidish dibebaskan pada Minggu (29/10) malam, tiga minggu setelah ia diculik bersama lebih dari 220 sandera lainnya. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, ia dinyatakan sehar dan dapat kembali bertemu dengan keluarganya.

Penyelamatan yang dilakukan menegaskan klaim pemerintah bahwa mereka memiliki kemampuan untuk berperang dan membebaskan sandera secara bersamaan.

Namun, banyak kerabat sandera yang tetap memilih menerima tawaran dari Hamas untuk menukarnya dengan sekitar 5.000 warga Palestina, termasuk anggota militer Hamar yang ditahan di penjara Israel.

Israel menolak tawaran tersebut. menteru Urusan Strategis, Ron Dermer, menyampaikan apabila ada usulan untuk membebaskan para sandera, pemerintah akan melakukan pertimbangan dengan jeda sementara dalam permusuhan untuk membebaskan mereka dengan aman. (Zahra Lailya/Radar jogja)

Baca Juga: Wow Keren, Tiga Anak Plus Dua Menantu Menteri Basuki Lulusan UGM Semua Lho...

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu #perang #konflik palestina dan israel #hamas