RADAR JOGJA – Tradisi Selapanan merupakan penginat bahwa sang anak sudah bertambah usia, dan adanya perubahan fisik ataupun mental.
Anak yang mendekati hari kelahirannya, mengalami perubahan fisik berupa peningkatan suhu badan, dan perubahan mental seperti gelisah, dan sering menangis.
Tradisi ini di peringati saat bayi berusia 35 atau 36 hari atau 40 hari. Berbeda daerah berbeda keyakinan penentuan harinya.
Di masyarakat Jawa sendiri masih kental menganut tradisi ini. Salah satu agenda di tradisi selapanan adalah mencukur rambut.
Ini manfaat mencukur rambut bayi adalah sebagai berikut:
- Membersihkan Lemak
Saat melalui persalinan kepala bayi bisa jadi terdapat kotoran atau lemak-lemak yang berasal saat ada di rahim.
Dan kotoran tersebut menempel di rambutnya. Mencukur diharapkan dapat membersihkan lemak-lemak tersebut.
- Agar Tak Mudah Teriritasi
Kepala bayi tanpa rambut akan memudahkan ibu untuk mengamati kalau ada sesuatu yang tak diharapkan, seperti iritasi, bisul, luka, dan sebagainya.
- Bersifat “Mendinginkan”
Bayi-bayi yang kebetulan tinggal di daerah panas atau suhu udara rata-ratanya tinggi pasti akan merasa lebih nyaman dengan kepala plontosnya.
Karena angin yang langsung mengenai pori-pori kepalanya dan mampu mengurangi kegerahan.
Itulah 3 manfaat yang didapat dengan mencukur rambut bayi.
Baca Juga: Khusus Warga RI Bisa Belajar Bahasa Inggris Pakai Google!
Tidak perlu khawatir akan pertumbuhan rambut bayi. Karena setelah dicukur rambutnya akan tumbuh kembali seperti semula atau bahkan lebih lebar.
(Adek Ridho Febriawan)
Editor : Bahana.