Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Enggan Disebut Sebagai Penjahat Perang, Pertempuran Terhadap Hamas Menginjak Tahap Dua

Bahana. • Senin, 30 Oktober 2023 | 21:24 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Dalam tengah-tengah ketegangan yang semakin meningkat antara Israel dan sejumlah kelompok bersenjata di wilayahnya, Perdana Menteri Israel telah menyuarakan keyakinannya bahwa kemenangan akhir akan menjadi milik negaranya.

Dalam sebuah pernyataan berani, Perdana Menteri menggambarkan harapannya bahwa Israel mampu mengatasi tantangan yang kompleks ini dan meraih kemenangan dalam konflik yang berpotensi panjang.

Meskipun ketegangan terus memanas, Israel tampaknya optimis memenangkan perang yang Panjang ini.

Dilansir dari laman vonmagz Senin (30/10), Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel optimis bahwa pihaknya akan menang dan menilai bahwa perang saat ini akan menjadi perang terpanjang.

Pihaknya saat ini juga mengaku Dalam menghadapi perang yang berpotensi panjang, Israel telah meningkatkan persiapan militer dan memobilisasi sumber daya untuk mendukung upaya pertahanan.

Diketahui Serangan darat yang dilancarkan di Gaza mulai hari Minggu (29/10/) merupakan pertanda bahwa perang Israel-Hamas telah memasuki fase kedua.

Dua hari sebelum penyerangan dimulai, Israel memblokir internet dan semua jalur komunikasi di Gaza.

“Ini akan menjadi perang terpanjang dan sulit.Kami akan menang.Kami pasti menang.Kami akan berjuang dan kami tidak akan menyerah.

Kami tidak akan mundur, di atas tanah dan di bawah tanah, ujar Benjamin Netanyahu seperti dikutip BBC.

Pada kesempatan tesebut, Netanyahu secara tak langsung menampik pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyebut Israel telah melakukan kejahatan perang.

"Jangan menuduh kami melakukan kejahatan perang. Munafik, jika Anda berpikir bahwa Anda menuduh tentara kami melakukan kejahatan perang. Kami adalah tentara paling bermoral di dunia," tegas Netanyahu

Menurutnya, tentara Israel (IDF) melakukan tindakan antisipasi untuk melindungi warga sipil.

Kementerian Kesehatan di Gaza yang dijalankan Hamas mengatakan, sedikitnya 7.600 orang tewas di Gaza, sejak Israel membom wilayah itu pada 7 Oktober 2023.

Diketahui 40 % korban tewas adalah anak-anak.

Situasi ini telah mendapatkan perhatian luas baik di tingkat regional maupun internasional.

Banyak negara dan organisasi telah mendesak dialog damai dan penghentian kekerasan segera. Sementara beberapa pihak mendukung upaya mediasi internasional untuk mencapai gencatan senjata.

Meskipun situasi ini tetap tegang, harapan untuk penyelesaian damai masih ada di mata banyak pihak yang berharap untuk menghindari perang yang lebih meluas. (Fatimah Rizqi z)

Editor : Bahana.
#Israel #Palestina #perang #hamas