GUNUNGKIDUL - Tiga kepala keluarga (KK) warga Suru, Kampung, Ngawen, Gunungkidul, yang terisolasi di atas bukit akhirnya direlokasi. Mendapat program bantuan stimulan dari Pemkab Gunungkidul, rumah baru ditarget siap huni tahun ini.
Setiap KK memperoleh dana stimulan masing-masing sebesar Rp 30 juta. Anggaran bersumber dari APBD murni 2023 dan APBD perubahan.
Tiga rumah baru dibangun di atas tanah milik pribadi. Progres pembangunan mendekati 50 persen. Proses pengerjaan dilakukan secara gotong-royong oleh warga setempat.
Salah satu penerima bantuan relokasi, Tupan saat dihubungi mengaku sangat bahagia. Bangunan rumah layak huni sebentar lagi jadi dan bisa ditempati.
Ungkapan terima kasih ditujukan kepada semua pihak yang turut membantu kelancaran program relokasi.
"Tembok dan rangka bagian atas sudah naik, nyetel atap," kata Tupan ketika dihubungi Minggu (29/10).
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat Prasetyo mengatakan, total ada tiga rumah dibangun dalam program relokasi. Selain Tupan, juga ada dua lainnya. Yakni, masing-masing milik Winarno, dan Edi. Total 11 jiwa dalam keluarga itu.
"Yang RT (ketua RT), Pak Narno, rumahnya dibangun sederet dengan pak Edi. Progres pembangunan batako naik lebih dari satu meter," kata Prasetyo.
Terpisah, Lurah Kampung, Kapanewon Ngawen, Suparna menyatakan, untuk mempercepat pembangunan dilakukan langsung oleh warga secara gotong royong. Ada sekitar 200 an warga dan relawan membantu.
"Dengan dibangunnya rumah ini mudah-mudahan dapat membantu perekonomian keluarga," kata Suparna.
Baca Juga: Dandim: Oknum Babinsa Gunungkidul Terduga Penganiaya Lurah Diperiksa Danrem
Dibagian lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul Irawan Jatmiko mengatakan, tiga KK sebelumnya tinggal di atas perbukitan.
"Tidak layak huni dan kami tindaklanjuti dengan dana stimulan program relokasi masing-masing sekitar Rp 30 juta bersumber dari APBD murni 2023 dan APBD perubahan," kata Irawan Jatmiko.
Dikatakan, seluruh rumah dibangun di tanah milik pribadi yang sudah disiapkan oleh keluarga tersebut.
Menurutnya, agenda relokasi atas perintah Bupati Sunaryanta dengan tujuan meningkatkan perekonomian dan keamanan keluarga.
"Memudahkan dalam bekerja, karena sudah tidak memikirkan konflik dengan monyet ekor panjang, dan juga akses mudah," terangnya. (gun)