Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Negosiasine Wis Rampung, Datangi DPRD Magelang, Warga Minta Kejelasan Soal Perbaikan Jalan Rusak

Naila Nihayah • Jumat, 27 Oktober 2023 | 23:16 WIB
AKSI DAMAI: Warga berunjuk rasa di gapura Dusun Krakitan, Jumat (6/10) untuk menyampaikan beberapa tuntutan. Termasuk penutupan akses jalan yang dilalui truk tambang. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
AKSI DAMAI: Warga berunjuk rasa di gapura Dusun Krakitan, Jumat (6/10) untuk menyampaikan beberapa tuntutan. Termasuk penutupan akses jalan yang dilalui truk tambang. (Naila Nihayah/Radar Jogja)
 


MUNGKID - Beberapa waktu lalu, puluhan warga dari Dusun Krakitan, Glagahomobo, dan Ngaglik, melakukan aksi damai.
 
Mereka beraksi terkait kondisi jalan di desanya yang mengkhawatirkan setelah beberapa tahun dilalui truk pengangkut hasil tambang.
 
Sejumlah warga pun bertandang ke kantor DPRD Kabupaten Magelang untuk menindaklanjuti hasil tuntutan.
 
Baca Juga: Jeglongan Sewu, DPUPR Anggarkan Rp 3,5 Miliar untuk Perbaiki Jalan Rusak di Sucen Magelang

Adapun tuntutannya yakni meminta pemerintah segera memulai proses perbaikan jalan tersebut. Lantaran kondisi kerusakan itu terbilang cukup parah sejauh satu kilometer.
 
Kedua, terkait dengan penutupan akses jalan truk bermuatan pasir. Hingga kebijakan izin pertambangan dan menyediakan alternatif transportasi sementara selama perbaikan.

Seorang warga Glagahombo Iwan Hermawan mengatakan, tuntutannya masih sama. Utamanya soal penutupan akses jalan truk tambang dan perbaikan jalan.
 
Untuk perbaikan jalan, pemkab sudah menganggarkan Rp 3,4 miliar dan segera diperbaiki pada 2024 mendatang.

Untuk penutupan akses jalan, kata dia, masih harus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. "Jadi, kami meminta DPRD Kabupaten Magelang melakukan proses pengawasan itu. Karena itu (perbaikan jalan melibatkan) lintas sektor," bebernya di kantor DPRD Kabupaten Magelang, Jumat (27/10).
Baca Juga: Jalanku Tak Semanis Janjimu, Warga Tutup Akses Jalan yang Dilalui Truk Tambang

Terlebih, masyarakat sudah sepakat untuk menolak truk yang mengangkut hasil tambang melewati jalan desanya. Karena jalan itu kondisinya benar-benar rusak dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Untuk menyiasati agar truk itu tidak melintas, masyarakat setempat meletakkan bebatuan di jalan. Meski begitu, masih ada beberapa truk yang bisa lewat karena aksesnya belum benar-benar ditutup.
 
"Negosiasine wis rampung. Kalau dinegosiasi terus, nanti nggak rampung-rampung," imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Soeharno menuturkan, alokasi anggaran untuk perbaikan jalan di Desa Sucen itu sudah disediakan.
 
"Anggarannya sudah tersedia Rp 3,4 miliar. Karena kebutuhannya Rp 10 miliar, kami dari badan anggaran akan mengusahakan meski tidak bisa terpenuhi seluruhnya," jelas dia.
Baca Juga: Dilalui Truk Tambang, Warga Tutup Akses Jalan

Dia menambahkan, berkaitan dengan penutupan akses jalan itu, akan dikaji lebih mendalam. Termasuk melibatkan stakeholders terkait. 
 
Soeharno menyebut, tahap pengkajian secara menyeluruh harus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal. Sebab, jalur tersebut juga termasuk jalur perekonomian.

Lantaran penutupan akses jalan itu urusannya dengan pemerintah daerah. "Kalau kami jawab, pasti ditutup (akses jalannya) tidak bisa. Yang jelas, jalan diperbaiki. Itu sudah pasti karena alokasinya sudah ada. Saat ini, bagian hukum dan dewan akan menindaklanjuti perda atau perbupnya," imbuhnya. (aya)
 
Editor : Amin Surachmad
#jalan rusak #DPRD Kabupaten Magelang #truk tambang