MUNGKID - Beberapa waktu lalu, puluhan warga dari Dusun Krakitan, Glagahomobo, dan Ngaglik, melakukan aksi damai.
Adapun tuntutannya yakni meminta pemerintah segera memulai proses perbaikan jalan tersebut. Lantaran kondisi kerusakan itu terbilang cukup parah sejauh satu kilometer.
Seorang warga Glagahombo Iwan Hermawan mengatakan, tuntutannya masih sama. Utamanya soal penutupan akses jalan truk tambang dan perbaikan jalan.
Untuk penutupan akses jalan, kata dia, masih harus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. "Jadi, kami meminta DPRD Kabupaten Magelang melakukan proses pengawasan itu. Karena itu (perbaikan jalan melibatkan) lintas sektor," bebernya di kantor DPRD Kabupaten Magelang, Jumat (27/10).
Terlebih, masyarakat sudah sepakat untuk menolak truk yang mengangkut hasil tambang melewati jalan desanya. Karena jalan itu kondisinya benar-benar rusak dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Untuk menyiasati agar truk itu tidak melintas, masyarakat setempat meletakkan bebatuan di jalan. Meski begitu, masih ada beberapa truk yang bisa lewat karena aksesnya belum benar-benar ditutup.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Soeharno menuturkan, alokasi anggaran untuk perbaikan jalan di Desa Sucen itu sudah disediakan.
Dia menambahkan, berkaitan dengan penutupan akses jalan itu, akan dikaji lebih mendalam. Termasuk melibatkan stakeholders terkait.
Lantaran penutupan akses jalan itu urusannya dengan pemerintah daerah. "Kalau kami jawab, pasti ditutup (akses jalannya) tidak bisa. Yang jelas, jalan diperbaiki. Itu sudah pasti karena alokasinya sudah ada. Saat ini, bagian hukum dan dewan akan menindaklanjuti perda atau perbupnya," imbuhnya. (aya)