Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bocor ! Linkedin PHK Massal 668 karyawanya dampak perkembagan AI

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 19 Oktober 2023 | 17:38 WIB
linkedin umumkan phk massal karyawannya (dream.co.id)
linkedin umumkan phk massal karyawannya (dream.co.id)

RADAR JOGJA - LinkedIn, salah satu platform jejaring sosial terbesar yang fokus pada profesional dan dunia kerja, baru-baru ini mengumumkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang melibatkan 668 karyawannya.

Keputusan ini menciptakan kehebohan di kalangan pengguna LinkedIn dan komunitas kerja di seluruh dunia.

Dilansir dari laman thestreet.com Rabu 18/10/23, informasi tersebut disampaikan pihak linkedin dalam siaran pers pada 16 Oktober 2023.


“Perubahan bakat adalah bagian yang sulit, namun perlu dan rutin dalam mengelola bisnis kami,” ucap pihak Linkedin.


Pihak Linkedian mengungkapkan hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan.

Linkedin melakukan PHK massal terhadap 668 karyawan di divisi teknik, produk, bakat dan keuangan.

Sebelum informasi ini beredar, sekelompok karyawan Linkedin menemukan daftar internal yang berisi nama sekitar 500 karyawan di GroupID.

GroupID ini merupakan alat yang digunakan perusahaan untuk membuat dan mengelola daftar.


Dari situlah muncul daftar nama yang mulai beredar yang diberi judul “OctoberUpdate”.


PHK Massal ini bukan sekali dilakukan. Sebelumnya pada Mei lalu, Linkedin memberhentikan lebih dari 700 karyawannya, dengan alasan strategi organisasi bisnis global dan pengurangan staffnya.


CEO Linkedin Ryan Roslansky dalam suratnya pada karyawanya menuliskan perubahan baru ini merupakan respons terhadap perubahan perilaku pelanggan, pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat.

Baca Juga: Berikut 4 Rekomendasi Es Jadul di Yogyakarta, Cocok Untuk Melegakan Dahaga.

“Kami telah belajar bahwa kami perlu mengatur ulang untuk mencapai ketangkasan dan pertumbuhan yang lebih besar di tahun fiskal 2024 dan seterusnya dan kami fokus pada tiga tema – mengatur ulang cara pekerjaan diselesaikan, menjadi lebih tangkas dan menyelaraskan tim kami untuk pertumbuhan,” kata CEO LinkedIn Ryan Roslansky dalam suratnya pada 8 Mei.


Linkedin juga baru-baru ini meluncurkan rincian alat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang nantinya akan membantu perekrut mencari kandidat untuk posisi pekerjaan. Perusahaan berencana untuk mengumumkan fitur dan kemampuan tambahan alat tersebut pada tahun depan.


Tentunya dampak dari keputusan ini sangat besar, terutama bagi karyawan yang terkena PHK.

Ini juga menjadi peringatan bagi banyak perusahaan lain yang berjuang untuk bertahan di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang pesat. (Fatimah Rizqi Z/Radar Jogja)

Baca Juga: Pengen Nge-Camp? Ini Beberapa Spot Camping Yang Bisa Jadi Opsi Kamu Bareng Teman

Editor : Meitika Candra Lantiva
#GroupID #phk masal #kecerdasan buatan Ai #linkedin #restrukturisasi perusahaan #Linkedin PHK Massal 668 karyawanya