Radar Jogja – Israel tengah mempersiapkan bom pintar berjenis JDAM untuk menggempur beberapa area di Gaza.
Angkatan Udara Israel mempersiapkan bom pintar jenis JDAM dengan beragam ukuran, dari mulai yang berbobot ±225 kg hingga ±900 kg! Melihat reaksi Israel saat ini, tak menutup kemungkinan Israel akan membombardir beberapa area di Gaza secara total, korban jiwa akan berjatuhan lagi!
Dilansir dari akun X @Random World War, ”video yang memperlihatkan ada beberapa macam jenis bom yang di siapkan”.
Pemakaian bom pintar JDAM oleh Israel biasanya akan disesuaikan dengan besarnya atau kuatnya target yang akan di hantam.
Jika targetnya berupa apartemen tingkat yang cukup tinggi, maka akan di gunakan bom pintar GBU-31 JDAM berukuran ±900 kg.
“Israel memang mempunyai stok bom JDAM yang sangat banyak, lalu ada lagi pasokan baru yang datang dari amerika” ujarnya.
Israel seringkali menggunakan bom dengan JDAM kit, misal GBU-31 seberat ±900 kg, bom tadi adalah bom presisi, bukan "bom bodoh" yang jatuh tak terkendali.
Israel juga memakai bom jenis lain, misal yang punya kemampuan "bunker buster"
JDAM buatan Boeing adalah sebuah kit yang mengubah bom tak berpemandu menjadi amunisi 'pintar' yang akurat, meski dalam cuaca buruk. buruk.
Dengan penambahan bagian ekor baru yang berisi sistem navigasi inersia dan unit kontrol sistem global positioning system, JDAM mampu meningkatkan akurasi sebuah bom.
Melansir Military, JDAM adalah senjata udara-ke-permukaan berpemandu yang menggunakan hulu ledak bom BLU-109/ MK 84 seberat hampir 1.000 kilogram, BLU-110 / MK 83 seberat 500 kg, atau BLU-111/ MK 82 seberat 250 kg sebagai muatannya.
Baca Juga: SIAP PUSH RANK!! Kemenangan Atas Brunei, Ranking Indonesia Naik 8,66 Poin
JDAM memungkinkan penggunaan senjata udara-ke-permukaan yang akurat terhadap target tetap dan yang dapat direlokasi dengan prioritas tinggi dari pesawat tempur dan pembom.
JDAM dapat diluncurkan dari ketinggian sangat rendah hingga sangat tinggi. JDAM memungkinkan banyak senjata untuk diarahkan ke satu atau beberapa target dalam sekali operasi.
Pemandu difasilitasi melalui sistem kendali ekor dan INS yang didukung GPS.
Sistem navigasi diinisialisasi dengan transfer alignment dari pesawat yang menyediakan vektor posisi dan kecepatan dari sistem pesawat.
Setelah dilepaskan dari pesawat, JDAM mampu secara mandiri menavigasi ke koordinat target yang ditentukan.
Koordinat target dapat dimuat ke dalam pesawat sebelum lepas landas, diubah secara manual oleh awak udara sebelum melepaskan senjata, atau secara otomatis dimasukkan melalui penunjukan target dengan sensor yang ada di dalam pesawat.
Baca Juga: Jelang Tahun Politik, Kukuhkan PKUB Tingkat Kecamatan
Dengan dukungan GPS, tingkat kesalahan akurasi JDAM kemungkinan hanya 5 meter atau kurang. Jika data GPS ditolak, hanya mencapai 30 meter atau kurang.(Hasnul Fauzi)