RADAR JOGJA – Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza mengalami kerusakan sebagian akibat serangan Israel di dekat fasilitas kesehatan.
Israel kembali melakukan serangan udara ke Jalur Gaza, Palestina, yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.
Salah satu yang terkena dampak adalah Rumah Sakit (RS) Indonesia yang berada di wilayah konflik tersebut.
RS Indonesia di Gaza merupakan salah satu proyek kemanusiaan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), sebuah organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang kesehatan.
Pada Rabu (11/10/2023), RS Indonesia di Gaza diserang oleh pesawat tempur Israel.
Serangan ini mengakibatkan seorang staf lokal MER-C bernama Abu Romzi tewas, serta ratusan warga Palestina lainnya.
Selain itu, mobil operasional MER-C yang berada di depan Wisma dr. Joserizal, tempat tinggal para sukarelawan, juga rusak parah.
Di lansir dari laman CNBC, "Pada saat itu memang drone milik Israel di sekitar jam 9-10 itu menargetkan satu mobil operasional milik Mer-C yang berada tepat di samping rumah sakit Indonesia sehingga membuat wisma Jose Rizal yang masih satu lingkungan dengan Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di bagian jendela dan juga plafon," jelasnya.
Akibatnya, satu orang pegawai Mer-C lokal meninggal syahid akibat serangan tersebut. Kebanyakan, tambahnya, relawan Mer-C sedang berada di 3 sampai 5 meter saja dari jarak bom tersebut.
Saat ini rumah sakit sangat membutuhkan obat-obatan dan juga medis. Mereka kekurangan karena bertambahnya jumlah korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit.
Sebagai informasi, Jalur Gaza bagian utara yang menjadi tempat rumah sakit bertepatan dengan perbatasan Israel, sehingga tidak sedikit korban yang jatuh dan dilarikan ke rumah sakit tersebut.
Selain itu, hampir 80 persen suplai listrik menurun di Jalur Gaza akibat perang. Sebanyak 50% air bersih juga menurun untuk para masyarakat yang membutuhkan.
"Para masyarakat saat ini membutuhkan air bersih dan juga pasokan listrik dan sembako untuk keseharian mereka," ujarnya.
"Kami mohon doanya untuk para WNI yang ada di Jalur Gaza dan juga untuk masyarakat yang ada di luar, kami memohon bantuan jika memang ada yang atau berlebih untuk mendonasikan materinya melalui organisasi-organisasi yang ada di sini," ungkapnya.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada Senin 17 Mei malam bahwa pasukan Israel melancarkan serangan di daerah terdekat.
"Ini bukan pertama kalinya mereka menyerang fasilitas kesehatan. Tindakan ini jelas melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa," katanya dalam sebuah pernyataan.
RS Indonesia di Gaza merupakan rumah sakit pertama dan satu-satunya yang didirikan oleh negara-negara Asia Tenggara di Jalur Gaza.
RS ini memiliki fasilitas lengkap seperti ruang operasi, ruang rawat inap, laboratorium, farmasi, radiologi, dan lain-lain.
Ia mengutuk serangan itu dan mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah permanen guna menghentikan tindakan keji seperti itu terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan. (Hasnul Fauzi)
Editor : Bahana.