Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Adit Doodleman Viralkan Tumpukan Sampah Kotabaru dengan Street Art, Wujud Keresahan Jogja Darurat Sampah

Dwi Agus. • Selasa, 10 Oktober 2023 | 01:02 WIB
PEDULI LAH: Adit Doodleman ditemui di Depo Sampah Kotabaru, Senin (9/10). (Dwi Agus/Radar Jogja)
PEDULI LAH: Adit Doodleman ditemui di Depo Sampah Kotabaru, Senin (9/10). (Dwi Agus/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Tumpukan sampah di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Jogja menjadi media kreatif bagi seorang Adit Doodleman.

Bukan sekadar karya seni. Tapi, juga wujud kritik terhadap pemerintah dan warga. Terutama atas maraknya aksi buang sampah tidak pada tempatnya pasca Jogja Darurat Sampah.


Aksi pria kelahiran 1991 ini viral di media sosial. Berawal dari unggahan di akun Instagram miliknya @aditdoodleman.

Lantas, menyebar ke sejumlah akun media sosial lainnya. Hingga akhirnya sampai ke jajaran Pemkot Jogja. Semakin viral karena aksinya dibumbui ucapan HUT ke-267 Kota Jogja.

“Itu ini saya kan lewat Jalan Kleringan banyak karangan bunga mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kota Jogja. Aku juga kepikiran dengan adanya sampah di sini,” jelasnya ditemui di Depo Sampah Kotabaru, Senin (9/10).


Adit mengawali aksinya pada Minggu sore (8/10) tepatnya sekitar 15.00 WIB. Tak berselang lama, video langsung diunggah ke media sosial dan viral.

Hingga akhirnya Pemkot Jogja melalui DLH Kota Jogja membersikan tumpukan sampah pada Minggu malam setelah Magrib.

 


Dia meyakini tumpukan sampah tersebut tidak hanya sehari dua hari. Dia memaparkan sampah awalnya terbentang sepanjang 50 meter ke Timur. Sementara untuk ketinggian bervariasi antara 2 meter hingga 4 meter.


“Juga, kepikiran juga mengucapkan tapi dengan cara lain dengan cara mengingatkan pihak-pihak yang berkepentingan, untuk paling enggak, peduli dengan lingkungan yang ada di sekitar kita,” katanya.


Adit menuturkan bukan kali ini saja dia merespon tumpukan sampah. Aksi serupa pernah dia lakukan saat TPA Piyungan ditutup. Konsepnya sama dengan melukis Doodle pada media tumpukan sampah.


Keresahan berawal saat salah satu lokasi yang biasa untuk nongkrong telah menjadi tempat sampah dadakan. Alhasil dia merespons dengan menghadirkan sosok Doodleman. Berupa sepasang mata yang seakan mengawasi para warga yang nakal.


“Sebelumnya saya merespons sampah ini udah ada beberapa lokasi, enggak cuma di sini saja Pertama kali waktu hebohnya warga kebingungan buang sampah karena Piyungan ditutup. Akhirya beberapa titik gang di kota jadi pembuangan sampah massal,” ujarnya.


Adit mengaku tak ingin menyalahkan siapapun. Namun dia berharap semua elemen masyarakat tergerak hatinya.

Pemerintah hadir dengan kebijakan yang tepat dan tanggap. Sementara warga menyikapi dengan tidak membuang sampah secara asal.


Dia mendukung TPA Piyungan ditutup. Tujuannya agar Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota dan warganya dapat mengelola sampah secara mandiri. Terlebih saat ini telah banyak contoh pengelolaan sampah yang bisa diadaptasi.


“Sebenarnya tidak menyalahkan siapa-siapa karena salah kita semua. Salah warga yang tidak bisa mengelola sampah secara mandiri dan pemerintah bingung mengangkut karena Piyungan ditutup,” katanya. (dwi)

Editor : Amin Surachmad
#Kota Jogja #kotabaru #Jogja darurat sampah