RADAR JOGJA - Typhoon Koinu mulai melintasi ujung selatan Taiwan pada Kamis (5/10), melukai 190 orang namun tidak menyebabkan kematian. Namun karena hujan deras dan angin kencang, dengan terpaksa pekerjaan dan sekolah jutaan warga di sejumlah kota di seluruh pulau itu harus dihentikan.
Koinu, yang berarti "anjing kecil" dalam bahasa Jepang, mendarat di semenanjung Hengchun Taiwan sebagai typhoon kategori empat, menunjukkan angin dengan kecepatan hingga 252 km/jam, namun diprediksi akan melemah saat melintasi Selat Taiwan dan menuju provinsi China, Guangdong, menurut Tropical Storm Risk.
Hujan terderas turun di daerah pegunungan yang jarang dihuni di Kabupaten Pingtung di selatan, serta kabupaten pantai timur Taitung dan Hualien, namun typhoon ini juga akan memengaruhi kota pelabuhan besar di selatan, Kaohsiung.
Sebagian besar kota dan kabupaten di Taiwan mengumumkan cuti bekerja dan sekolah pada Kamis (5/10), meskipun ibu kota Taipei, yang menjadi pusat saham dan pasar keuangan, tidak terpengaruh dan beroperasi seperti biasa.
Departemen pemadam kebakaran Taiwan melaporkan 190 cedera tetapi tidak ada kematian, serta beberapa kerusakan kecil pada bangunan.
Dua maskapai domestik utama Taiwan, UNI Air dan Mandarin Airlines, membatalkan sebagian besar penerbangan mereka untuk Kamis (5/10), sementara feri ke pulau-pulau terpencil juga dihentikan.
Sebanyak 42 penerbangan internasional juga dibatalkan, kata kementerian transportasi, tetapi kereta cepat yang menghubungkan utara dan selatan Taiwan tidak terpengaruh. (Cici Jusnia)
Editor : Bahana.