Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ustad Dengar Suara Sesuatu Jatuh, Mahasiswi UMY Ditemukan Telungkup di Lantai Dasar Gedung Y Asrama Unires

Gregorius Bramantyo • Selasa, 3 Oktober 2023 | 00:55 WIB
CEK LANGSUNG: Petugas Polres Bantul memeriksa tempat kejadian perkara meninggalnya mahasiswi di kompleks UMY Senin (2/10). (Dok Polres Bantul)
CEK LANGSUNG: Petugas Polres Bantul memeriksa tempat kejadian perkara meninggalnya mahasiswi di kompleks UMY Senin (2/10). (Dok Polres Bantul)

BANTUL - Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jogjakarta, UMY, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari gedung asramanya.

Kejadian itu berlangsung pada Senin (2/10) sekitar pukul 06.15. Bertempat di halaman belakang sayap kanan Gedung Y Unires Putri UMY, Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kasihan.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, mahasiswi itu asal Bandar Lampung bernama Syakira Meandra Qadisah Febriana, 18. Dia mengakhiri hidupnya diduga karena depresi.

"Kemudian korban ditemukan meninggal dunia oleh seorang ustad pada Senin (2/10) sekitar pukul 06.15," katanya.

Saat itu ustad bernama Talkis Nurdiyanto itu sedang bekerja di gedung tempat kejadian perkara. Tiba-tiba, ia mendengar ada sesuatu yang terjatuh.

Mendengar hal itu, sang ustad langsung mengecek. Ia mendapati kondisi korban sudah tertelungkup di lantai dasar. Saat kondisi korban dicek, tidak ada respons. 

Setelah itu, Ustad Talkis meminta bantuan petugas cleaning service bernama Sugeng Sudaryadi untuk memindahkan korban di atas meja ruang belajar di lantai dasar Gedung Y.


Seorang satpam yang mengetahui itu juga berusaha menelpon ambulans. "Namun, karena tidak kunjung datang, maka satpam bersama ustad berinisiatif membawa korban ke RS PKU Gamping dengan menggunakan mobil milik ustad tersebut," jelas Jeffry.

Pada saat pemeriksaaan di UGD RS PKU Gamping, denyut nadi korban masih ada. Namun, berselang sepuluh menit kemudian, denyut nadi tersebut sudah tidak ada dan dinyatakan meninggal dunia.

Setelah dilakukan pendalaman oleh tim Inafis Polres Bantul, korban diduga mengalami depresi. Sebab, sebelum kejadian malam harinya sempat meminum obat Bodrex sebanyak 20 biji secara langsung.

"Bungkus obat ditemukan di kamar. Dari keterangan saksi, korban teriak dan menangis histeris," ujar Jeffry.

Korban sebelumnya sempat ditolong dan dibawa ke rumah sakit untuk diberi bantuan medis. Obat Bodrex yang telah diminum berhasil dimuntahkan. Dari pesan suara yang dikirimkan, korban berkeinginan untuk mengakhiri hidup.

Setelah kembali ke asrama Unires, pagi harinya korban yang tidur di salah satu kamar di lantai 4 diketahui sudah jatuh ke bawah. Diduga korban menjatuhkan diri dari lantai 4.

Hal itu diperkuat dengan korban yang sebelumnya pernah bertanya pada rekannya kalau jatuh dari lantai 4 mati atau tidak.

"Sehingga dugaan korban bunuh diri karena depresi dengan lompat dari lantai IV Unires dan membentur genting dan lantai konblok," ucap Jeffry. (tyo)

Editor : Amin Surachmad
#gedung asrama #polres bantul #UMY #Jogja