RADAR JOGJA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden buka suara atas penyelidikan pemakzulan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kevin McCarthy, Rabu (13/9/2023). Pernyataan Joe Biden itu dilontarkan ketika menghadiri resepsi kampanye di McLean, Virginia.
Di penghujung pidatonya, Joe Biden menanggapi tentang pemakzulan terhadap dirinya. Sebagaimana dilontarkan oleh Kevin McCarthy, politisi dari Partai Republik ini agar lengser dari jabatannya.
“Sebelum saya mengakhiri, saya ingin mengatakan sesuatu tentang pemakzulan," kata Joe Biden dikutip dari NBCNews.com, Kamis (14/9/2023).
Presiden AS itu menilai, pemakzulan terhadap dirinya itu karena ingin menutup pemerintahan yang saat ini diembannya. Dengan tegas Joy mengatakan dirinya masih memiliki pekerjaan yang harus dijalankan.
"Pertama-tama, mereka hanya ingin memakzulkan saya, dan sekarang mereka ingin memakzulkan saya karena mereka ingin menutup pemerintahan. Lihat, saya memiliki pekerjaan yang harus saya lakukan.” terangnya.
Biden enggan meladeni berlebihan lontaran Kevin itu.
Sebagaimana diketahui, Kevin McCarthy pria asal dari California itu mengumumkan bahwa ia memerintahkan tiga komite di Dewan Perwakilan untuk memulai penyelidikan pemakzulan terhadap Biden.
Pernyataan tentang pemakzulan Biden ini juga datang ketika Kongres menghadapi batas waktu pada 30 September, untuk mendanai pemerintahan guna menghindari penutupan pemerintahan.
Anggota Partai Republik garis keras ini mendorong pemotongan anggaran dalam undang-undang pembiayaan yang harus ditandatangani oleh Biden untuk menjaga pemerintahan tetap berjalan.
Ketika mengumumkan penyelidikan pemakzulan pada hari Selasa (12/9/2023) Kevin McCarthy menggambarkannya sebagai "langkah logis berikutnya" dalam penyelidikan yang telah berlangsung selama beberapa bulan belakangan.
Pernyataan pemakzulan ini buntut terkait bisnis putera Joe Biden, bernama Hunter Biden. Kevin mengatakan, Hunter telah berbohong kepada rakyat Amerika terkait urusan bisnis luar negeri keluarganya.
Tuduhan serius ini menurutnya, secara keseluruhan memberikan gambaran tentang budaya korupsi di tubuh pemerintahan Biden.
McCarthy mengatakan penyelidikan akan dilanjutkan dan dipimpin oleh Ketua Komite Pengawasan dari Kentucky yaitu James Comer. Selain itu penyelidikan juga diperkuat oleh Ketua Komite Yudisial Jim Jordan dari Ohio dan Ketua Komite Ways and Means dari Missouri, yakni, Jason Smith.
Sebelumnya, pada hari Rabu, juru bicara kantor penasihat Gedung Putih mengeluarkan memo yang menyerukan kepada organisasi berita untuk "memeriksa tuntutan-tuntutan palsu yang jelas oleh Partai Republik di Dewan Perwakilan" mengenai penyelidikan pemakzulan ini. (Cici Jusnia)
Editor : Meitika Candra Lantiva