Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sering Menghisap Vape, Perhatikan Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh

Bahana. • Jumat, 1 September 2023 | 18:28 WIB

Photo
Photo

RADAR JOGJA -  Saat ini pengunaan vape atau vapor banyak digunakan oleh anak mudah, pengunaan ini sering kali menjadi alasan pegantirokok bahkan ada yang sekededar gaya-gayaan saja. Namuntanpa di sadari vape juga memiliki bahaya unutk tubuh, karena terdapat nikotin yang diekstrak dari tembaku.

Bedanya, cairan vape ini juga dicampur berbagai macam rasa yang menggugah selera, sehingga banyak anak muda lebihmemilih mengunakan vape dibandingkan rokok tembaku. Lantas, apa saja bahaya vape atau rokok elektrik untuk kesehatan? Dikutip dari berbagai sumber, simak penjelasan berikut ini. 

1. Menyebabkan Kecanduan

Nikotin yang ada pada vape merupakan zat adiktif yangdapat membuat seseorang menginginkan rokok lagi dan lagi. Para pengguna vape bahkan lebih berisiko terekspos nikotin.

Dikarenakan, perangkat rokok elektrik, terutama tabungnya dengan tegangan yang lebih tinggi dapat mengalirkan nikotin dalam jumlah besar ke dalam tubuh. 

Kecanduan nikotin dapat membuat kesulitan untuk melepaskannya. Alhasil, tubuh menunjukkan gejala fisik tertentu saat Anda mencoba lepas, misalnya pusing dan mual.

Baca Juga: Kesehatan Tersembunyi dalam Kepopuleran Masakan Jepang

2. Menimbulkan risiko penyakit paru-paru

Vape juga memiliki efek samping yang sangat mengerikan yaitu dapat berbagai penyakit paru-paru, sama seperti yang diakibatkan dari rokok konvensional. American Lung Association menyebutkan bahwa kandungan vape, yaitu acrolein, juga digunakan untuk membunuh gulma.

Senyawa ini dapat menyebabkan cedera paru-paru akut dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma.Tak hanya itu, perasa pada vape juga menyebabkan bahaya pada sel paru-paru. Ketika mengonsumsinya dengan dosis tinggi, perasa ini dapat membunuh sel-sel normal paru-paru.

Salah satu perasa yang ditemukan dalam vape adalah bahan kimia diacetyl. Bahan ini dapat meningkatkan penyakit paru-paru yang serius. 

3. Menimbulkaan resiko Penyakit Kardiovaskular

Vape yang mengularkan uap nikotin mengandung bahayayang dapat meningkatkan produksi dan kadar hormonmanibulkan adrenalin. Kondisi ini jika dibiarkan begitusaja dapat menimbulkan resiko serangan jantung bahkankematian mendadak.

Saat sedang terancam stres dan mengunakan vape sebagai alat penyegaran, maka nikotin yang ada pada vape dapat memicu produksi hormon adrenalin. Karena ketika jantung dipaksa untuk bekerja terlalu keras, risikopun muncul salah satu yaitu serangan jantung.

Baca Juga: Waduh! 3.499 Balita di Kabupaten Sleman Menderita Penyakit Kurang Gizi

4. Terjadi Pemanasan dan Peledakan

Vape dapat bekerja dengan memanaskan cairan dan mengubahnya menjadi aerosol. Kemampuan pemanasan pada vape ditenagai oleh baterai lithium ion yang tertanam di dalamnya.

Dilansir WebMDpenggunaan baterai ini pada vape tidak diatur secara ketat sehingga kualitasnya bisa jadi rendahdan dapat mengakibatkan peledakan pada batrai karenapanas. Hal tersebut tentu berisiko menyebabkan ledakan yang berbahaya dan memicu luka bakar. 

5. Menurunkan Perkembanan Otak

Vape juga dapat memengaruhi perkembangan otak permanen bagi remaja dan dewasa muda, khususnya bagi orang-orang yang berusia di bawah 25 tahun.

Hal tersebut terjadi karena vape memiliki kandungan nikotin yang dapat memperlambat perkembangan otak dengan memengaruhi konsentrasi, memori, suasana hati, dan pengendalian diri. Sehingga beberapa anak mudalebih mengunakan vape saat sedang bermalas-malas ataumenhilangkan stress. (helmy)

 

 

Editor : Bahana.
#Vapor #radar jogja #Kesehatan #Paru paru #penyakit paru #vape