RADAR JOGJA - Sebanyak 106 mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma (USD) Jogja diterjunkan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mereka ditugaskan sebagai asisten mengajar sekolah dengan kurikulum khas, serta magang di dunia industri.
Program didukung oleh dana hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM). Dengan waktu pelaksanaan selama tiga bulan mulai 14 Agustus hingga 11 November.
"Harapan utamanya adalah mempersiapkan pendidik bidang sekolah dasar yang berkualitas," ujar Kaprodi PGSD USD Jogja Kintan Limiansih beberapa waktu lalu.
Kintan mengatakan, dalam pelaksanaan PKKM Prodi PGSD fokus pada tiga hal. Yakni asistensi mengajar dan meneliti di daerah 3T di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Kemudian asistesi mengajar di sekolah nasional plus atau berkurikulum khas. Dan magang di dunia usaha dan industri serta sekolah-sekolah inovatif.
Kegiatan tersebut melibatkan 20 mitra baru. Di antaranya Sekolah Victory Plus (Bekasi), Kalyca Montessori School, Focus Independent School (FIS-Solo), SD Kinderstation, SD Tumbuh 3, Sekolahku-MySchool Jogja, dan Sekolah Eksperimental Mangunan. Kemudian di program magang di KPTT Salatiga, Rumah Atsiri Indonesia, Joglo Balai Agung, dan ABC Wooden Toys.
"Para dosen pendamping disiapkan dalam serangkaian ruang diskusi bersama dengan mitra, diantaranya Etnopedagogi dalam pembelajaran dan Analisis Sosial bersama pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dan Mentawai," bebernya.
Sementara persiapan bagi mahasiswa meliputi workshop pengembangan kurikulum alternatif seperti Montessori, Primary Years Programme (PYP), dan International Primary Curriculum (IPC). Selain itu juga ada penguatan literasi dasar di SD, kurukulum merdeka, dan international mindedness. "Khusus bagi mahasiswa yang melakukan magang di dunia industri, mahasiswa belajar penggunaan media digital untuk pembuatan dan publikasi produk," ujarnya.
Kintan berharap, program dan kesempatan belajar di luar kampus dapat mempersiapkan mahasiswa menjadi pendidik bidang sekolah dasar yang berkualitas. Sehingga mampu membangun bangsa dan negara melalui pendidikan. "Semoga kesempatan ini menjadi lulusan yang tangguh, cepat beradaptasi, senang belajar, dan memiliki kompetensi yang khas," harapnya. (lan/eno)
Editor : Satria Pradika