Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dosen Perempuan UIN Kartasura Ditemukan Meninggal, Sekitar Tiga Pekan Tinggal di Rumah Tetangga yang Kosong

Amin Surachmad • Jumat, 25 Agustus 2023 | 10:12 WIB

TRAGIS: Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta bernama Wahyu Dian Silviani. (Istimewa UIN Raden Mas Said)
TRAGIS: Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta bernama Wahyu Dian Silviani. (Istimewa UIN Raden Mas Said)

 

RADAR JOGJA - Penemuan mayat perempuan di Desa Tempel, Gatak, Sukoharjo, menghebohkan publik. Korban diketahui seorang dosen perempuan di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Kartasura bernama Wahyu Dian Silviani, 34.

Silviani merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) itu, ditemukan tewas dalam kondisi yang tak wajar. Tubuhnya tertutup kasur dan lantai dengan bercak darah di sekitarnya.

Rumah di mana korban ditemukan adalah rumah milik tetangganya. Sebab, rumahnya sedang direnovasi. Kebetulan, rumah tetangga itu sedang kosong.

Baca Juga: Pelaku Pembakaran Hutan Bisa Dipidana Penjara 15 Tahun atau Denda Rp 5 miliar

Informasi itu disampaikan rekan korban yang minta namanya diinisial F, 32. Dia mengatakan, kali terakhir berkomunikasi dengan korban melalui direct message (DM) Instagram pada Minggu (20/8). Setelah itu, dia dan teman-teman yang lain tak bisa menghubungi korban.

"Dia (korban) tengah mengajukan program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)," ucap F, Kamis (24/8), dikutip dari Radar Solo. 

F dan rekan yang lain berusaha mencari keberadaan korban. F pun ke rumah korban yang masih direnovasi.

Baca Juga: Gebyar Gunungkidul Inspirasi Generasi Muda Maju

Tiba di rumah korban, F meminta tukang yang bekerja di rumah sebelah untuk membukakan pintu. Ia mengaku tak berani melihat kondisi korban lantaran ditemukan ada  bercak darah di sekitarnya.

"Saya enggak lihat kondisinya karena saya enggak berani. Intinya, ada bercak darah di situ. Lalu saya minta tolong orang, lalu diminta keluar dan langsung telepon polisi. Posisi di lantai, tubuh tertutup kasur, di sampingnya ada bercak darah agak di bawah. Posisi rumah terkunci," terang F.

Menurut F, korban menumpang sementara di rumah tetangganya selama tiga pekan. Sebelumnya, korban sempat menginap di rumah F.

Baca Juga: Pelaku Pembakaran Hutan Bisa Dipidana Penjara 15 Tahun atau Denda Rp 5 miliar

Bberapa hari lalu, adik korban datang dari Surabaya. Lantas korban memilih tinggal di rumah tetangganya yang kosong itu.

Kini adik korban telah pulang ke Surabaya. Namun, korban masih memilih tinggal sendirian di rumah tetangganya tersebut. (kwl/ria)

 

Editor : Amin Surachmad