Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Untuk Keamanan Nuklir di Asia Tenggara, Indonesia Ajukan AML pada ASEANTOM

Heru Pratomo • Kamis, 24 Agustus 2023 | 13:09 WIB
Jumpa pers pelaksanaan Anugerah Bapeten 2023 yang diberikan kepada para pelaku yang sudah menggunakan nuklir secara aman
Jumpa pers pelaksanaan Anugerah Bapeten 2023 yang diberikan kepada para pelaku yang sudah menggunakan nuklir secara aman

RADAR JOGJA - Sepuluh negara ASEANTOM, plus observer Timor Leste berkumpul di Jogja. ASEAN Network of Regulatory Bodies on Atomic Energy (ASEANTOM) merupakan forum jejaring kerja sama badan pengawas tenaga nuklir di kawasan Asia Tenggara yang berdiri sejak 2013.

Plt Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Sugeng Sumbarjo menjelaskan, dalam pertemuan ASEANTOM ke-10 ini, Indonesia selaku Chair mengajukan Concept Note of ASEAN Model Legislation (AML) sebagai deliverables keketuaan Indonesia di ASEANTOM 2023. AML ini merupakan legislation model yang diharapkan dapat membantu negara anggota ASEAN dalam mengembangkan kerangka regulasi nasional yang lebih menyeluruh, terintegrasi dan efektif. "Tentunya terkait keamanan dan garda aman nuklir di masing-masing negara," katanya 10th Annual Meeting of ASEANTOM Rabu (23/8). 

Instrumen serupa, kata dia, sebelumnya pernah disampaikan oleh Indonesia pada forum Nuclear Security Summit 2014 yaitu National Legislation Implementation Kit on Nuclear Security (NLIK), namun AML ini telah dilakukan pemutakhiran sesuai dengan situasi dan kondisi terkini. 

Peran aktif Bapeten dalam forum ASEANTOM sangat mendukung tugas dan fungsi lembaga dalam melaksanakan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Melalui partisipasi aktif di berbagai aktivitas ASEANTOM memberikan dampak terhadap peningkatan kapabilitas dan profesionalitas lembaga sehingga pengawasan yang dilakukan dapat memberikan jaminan aspek 3S (safety, security, safeguards – keselamatan, keamanan, ketentraman) bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan hidup. "Sehingga kepercayaan masyarakat dapat diraih," tuturnya. 

 

Selain itu, peran sebagai Ketua ASEANTOM juga menjadi hal yang strategis karena dapat menaikkan posisi tawar Indonesia di level regional jika BAPETEN berhasil menorehkan satu warisan konkrit di bidang nuklir dalam periode keketuaan tahun 2023 ini. Harapannya peran ASEANTOM akan diakui oleh masyarakat yang sudah familiar dengan teknologi nuklir maupun masyarakat awam secara umum, sehingga manfaat dari keanggotaan di ASEANTOM secara tidak langsung juga bisa dirasakan publik.

Dalam 10th Annual Meeting of ASEANTOM ini dipimpin oleh Dahlia Cakrawati Sinaga selaku Chair ASEANTOM 2023. Sugeng menambahkan, dalam pemanfaatan tenaga nuklir mempunyai manfaat dan konsekuensi, untuk itu pemerintah memainkan peranan penting dalam pengawasannya serta setiap negara harus mempunyai standar keselamatan. “Komunitas internasional telah meratifikasi dan menandatangani Traktat Non Proliferasi Senjata Nuklir dan negara ASEAN telah setuju untuk mendeklarasikan Zona Bebas Senjata Nuklir,” jelasnya. 

 

Pertemuan bertujuan untuk membahas berbagai isu penting mengenai status implementasi proyek kerja sama teknis yang telah disusun dalam rencana aksi, berbagai informasi dan good practice mengenai keselamatan, keamanan, dan seifgard nuklir di antara badan pengawas tenaga nuklir dan pihak-pihak terkait di kawasan Asia Tenggara.

Editor : Heru Pratomo
#ASEANTOM 2023 #nuklir #bapeten