RADAR JOGJA - Kelompok wanita tani (KWT) Rahayu di Padukuhan Jurug, Bangunharjo, Sewon, Bantul menyulap tempe menjadi berbagai macam olahan kue kering. Seperti cookies, brownies, hingga eggroll. Inovasi tersebut dilakukan sejak 2009 silam.
Ketua KWT Rahayu Jurug, Bangunharjo, Bantul Sumarni mengatakan, mayoritas warga Jurug berprofesi sebagai produsen tempe. Selanjutnya, para produsen tempe mengikuti pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul pada 2009.
Setelah mengikuti pelatihan tersebut, Sumarni berinisiatif untuk membentuk KWT. Untuk mewadahi ibu-ibu yang sehari-hari membuat tempe dan mau berinovasi mengubah tempe menjadi makanan modern.
"Kami mengembangkan dari hasil pelatihan itu sampai bisa membuat beragam makanan dengan bahan baku tempe," ujarnya saat ditemui Radar Jogja kemarin (7/8).
Tidak hanya kue kering, tempe juga diolah menjadi keripik dan sempol. Selain itu, KWT juga menyediakan tempat edukasi untuk pengolahan tempe. Setiap harinya, ada turis yang datang untuk belajar membuat dan mengolah tempe.
"Kami juga menerangkan ke turis-turis itu lauk utama di sini bukan daging, melainkan di Jawa sini kami mengonsumsi tempe untuk protein nabati," katanya.
Selain itu, anak sekolah juga turut hadir untuk belajar soal panganan lokal. "Di sini kami juga menerima untuk magang anak-anak sekolah," tegas Sumarni.
Sumarni juga mengaku dari hasil olahan tempe itu KWT Rahayu mampu menghabiskan setengah kwintal kedelai. Omzet yang diperoleh dari penjualan mencapai Rp 2 juta per hari. Uang tersebut, dikembalikan lagi ke kelompok yang melibatkan 10 orang untuk produksi. “Untuk harga kripik tempe satu kilogram harganya Rp 70 ribu. Nah, tapi yang paling laku itu malah tempe mendoan yang besar-besar itu. Dan itu paling banyak dibeli di Sleman," jelasnya.
Terkait pemasarannya, masih dilakukan secara online dan offline. Sumarni juga memanfaatkan tour and travel di Prawirotaman. Dengan harapan, tempa bisa dikenal di luar negeri.
Turis dari United States of America (USA) Sara mengaku, baru mengetahui tempe setelah datang ke KWT Rahayu. Dia pun berencana memberikan informasri terkait pengolahan tempe kepada teman-temannya. "Ini sangat bagus sekali. Dan ini adalah pengalaman pertama saya belajar soal tempe," lontarnya. (ayu/eno)
Editor : Satria Pradika