RADAR JOGJA - Jelang momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, para pedagang bendera dan pernak-pernik khas agustusan mulai melapak di beberapa wilayah DIJ.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Komariyah, perempuan asal Garut, Jawa Barat. Ia secara konsisten kurang lebih 15 tahun terakhir selalu berjualan pernak-pernik agustusan di wilayah DIJ. "Di daerah saya itu memang produsen, jadi jualnya harus ke luar Garut atau Jawa Barat, dan ini sudah jadi tradisi tahunan," jelasnya pada Radar Jogja, kemarin (7/8).
Komariyah menyebut, setidaknya selama 10 tahun terakhir dirinya sudah melapak di kawasan jalan Kenari, Umbulharjo dengan jam operasional pukul 06.00 hingga 17.00.
Umumnya, dirinya akan memasarkan barang-barangnya kurang lebih selama satu bulan. "Ini baru tiga hari, biasanya jualan sampai 16 Agustus nanti," sebutnya.
Diakui, setiap tahun dominasi permintaan terhadap pernak-pernik khas agustusan tersebut selalu berbeda-beda, secara umum yang paling banyak dicari masyarakat adalah umbul-umbul dan bendera. Untuk menyiasati hal tersebut, Komariyah turut menghadirkan bendera dengan ragam ukuran yang berbeda. "Untuk harga itu paling murah Rp 20 ribu sampai Rp 200 ribu, ada beragam jenis dan ukuran yang saya bawa," paparnya.
Di wilayah DIJ sendiri Komariyah turut berjualan bersama dengan suami dan juga kakaknya yang masing-masing melapak di tiga tempat berbeda. Hal tersebut diakuinya jadi sebuah tradisi bagi warga tempat tinggalnya untuk merantau dan berjualan ke luar kota setiap momentum agustusan.
"Hampir seluruh warga kampung saya merantau pas Agustus untuk jualan, ada yang ke Malang bahkan hingga Papua," tandasnya.
Rian Pangestu salah seorang warga dari Kusumanegara mengaku telah ancang-ancang untuk membeli ragam pernak-pernik agustusan lebih awal karena diproyeksikan untuk dijualnya kembali. "Ini salah satu yang pertama sudah berjualan ya, biasanya yang lain awal Agustus baru jualan, saya beli ini untuk saya jual lagi ke toko saya di rumah," sebutnya. (iza/bah)
Editor : Satria Pradika