Rocky Gerung Luruskan Kritik Bukan Hinaan "Saya Kira Pak Jokowi juga Mengerti"
Meitika Candra Lantiva• Minggu, 6 Agustus 2023 | 01:35 WIB
ANGKAT BICARA: Rocky Gerung memberikan keterangan terkait video viral dianggap hina presiden dalam Konferensi pers ditayangkan di kanal pribadinya, Jumat (4/8/2023).
RADAR JOGJA - Rocky Gerung luruskan pernyataan video viral di media sosial yang dianggap menghina Joko Widodo (Jokowi). Dia menegaskan, bahwa pernyataannya itu adalah kritikan atas kinerja Jokowi.
"Jadi, terlihat di publik sekarang, ada perselisihan tentang kasus saya. Mereka yang mengerti, pro saya, mengatakan bahwa itu bukan hinaan. Itu kritik," terang Rocky di lansir dalam kanal YouTube miliknya, Jumat (4/8/2023).
Dia menyadari, kasusnya pun menimbulkan pro kontra masyarakat. Bahkan menyisakan perselisihan publik dan membuat kehebohkan yang ditafsirkan keonaran.
"Nah saya minta maaf terhadap keadaan hari ini yang menyebabkan perselisihan itu berlanjut tanpa arah," Ujar Rocky. Namun secara tegas Rocky menolak meminta maaf pada PDI Perjuangan.
Lebih lanjut, Rocky menjelaskan, dirinya tidak mengkritik atau menghina Jokowi sebagai individu. Juga tidak memiliki masalah pribadi dengan Jokowi. Sebagai pejabat publik, Jokowi pantas menerima kritik karena kedudukannya sebagai presiden.
"Saya kira pak Jokowi juga mengerti. Itu yang menyebabkan pak Jokowi tidak mau melaporkan saya," ungkap filsuf dan intelektual publik itu.
Rocky menerangkan, di dalam demokrasi persaingan pikiran itu dilegalkan. Jika pernyataan itu dianggap hinaan, kata Rocky, hak semua orang bebas menilai. Ada yang menganggap ucapannya itu ucapan binatang, ada pula yang menilai ucapan Rocky itu seperti dapat sus coklat dari Swiss. "Itu kan persepsi orang, kita hormati," bebernya.
Disinggung terkait pelaporan ke ranah hukum terhadap dirinya, Rocky hanya menanggapi santai. Menurutnya dibalik perselisihan ini, ada yang ingin bermain di air keruh. Ada yang menganggap pernyataan-pernyataan dalam forum yang membahas tema Ibu Kota Negara (IKN) dan Omnibus Law itu kekerasan naratif.
"Persoalan PDI Perjuangan membawa kasus hukum, saya hormati. Yang masih coba-coba tunggu saja itu kalau cobaannya berhasil baru bisa saya jawab," jawabnya santai.
Sebelumnya, video berdurasi 54 detik viral di media sosial. Video tersebut terkait pernyataan Rocky yang awalnya membahas Ibu Kota Nusantara tapi mendadak melontarkan sindiran pedas yang dianggap menghina Jokowi. Dalam video itu, Rocky menyebut Jokowi hanya memikirkan nasibnya tetapi mengabaikan nasib rakyat Indonesia. Lantas dia mengumpat 'bajingan tolol'. Pernyataan Rocky pun dinilai sebagai ujaran kebencian.
Video tersebut berbuntut panjang, hingga Rocky dilaporkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan ke Bareskrim Polri, Rabu (2/8/2023). Rocky dilaporkan karena diduga membuat fitnah di hadapan para buruh dan serikat pekerja di Bekasi. Sejumlah laporan juga ditujukan ke Rocky terkait pernyataan yang dianggap hinaan kepada Jokowi. (mel)