Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Keris Milik Seniman dan Budayawan Dipamerkan di Malioboro, Sedot Kunjungan Wisatawan

Wulan Yanuarwati • Selasa, 18 Juli 2023 | 16:50 WIB
DOA: Prosesi doa sebelum pembukaan pameran. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
DOA: Prosesi doa sebelum pembukaan pameran. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

JOGJA - Sebanyak 25 keris milik seniman dan budayawan dipamerkan di Hamzah Batik, Kawasan Malioboro Jogja. Acara berlangsung mulai 17-23 Juli 2023, memamerkan keris milik GBPH Yudaningrat, Butet Kertaredjasa, Didik Nini Towok, Hamzah S, Yati Pesek, hingga Yu Beruk.

Bertajuk Napak Suran, pameran digelar menyambut 1 Muharram atau 1 Suro. Keris milik seniman dan budayawan ini berasal dari era Majapahit, Mataram, hingga Kamardikan.

Prosesi pembukaan pameran dimulai dengan melantunkan doa berbahasa Jawa, di pendestrian Malioboro. Dengan prosesi khusyuk, disaksikan para pengunjung dan wisatawan.

"Pameran keris dalam rangka menyambut Suro (1 Muharram, red) dan wujud nguri-nguri budaya," ujar panitia sekaligus peserta bursa keris, Wahyu Kadaryanto, Senin (17/7/2023).

BUDAYA: Pameran keris milik seniman dan budayawan dipamerkan di Hamzah Batik, Kawasan Malioboro Jogjakarta. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
BUDAYA: Pameran keris milik seniman dan budayawan dipamerkan di Hamzah Batik, Kawasan Malioboro Jogjakarta. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

Keris sendiri sudah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi oleh UNESCO. Namun masih banyak yang tidak tahu teknologi dan sejarah keris yang merupakan asli nenek moyang Indonesia, terutama generasi muda. Pameran sekaligus upaya mengedukasi mereka.

"Sekaligus pengenalan ke generasi muda, milenial, Gen-Z, sekarang untuk nguri-nguri budaya kita. Apalagi sudah masuk UNESCO," ujarnya.

Keris memang kerap disangkutpautkan dengan sesuatu yang berbau mistis dan klenik. Padahal keris justru memperlihatkan teknologi yang dimiliki nenek moyang sudah canggih.

Banyak literasi menyebut keris sudah ada sejak jaman Kerajaan Mataram Hindu, dibuktikan dengan prasasti yang ada di candi-candi Jawa sekitar abad ke-5. Keris juga disebut muncul pada abad ke-9 saat kisah Ken Arok dan Ken Dedes muncul.

Kondisi ini sangat menarik, sekaligus mengejutkan. Sebab pada masa itu, nenek moyang kita sudah mengenal teknologi tempa besi. Saat teknologi logam dimulai dari perunggu, nenek moyang kita sudah bisa menggunakan besi yang jauh lebih susah jika ditempa.

Teknik pelapisan besi pada jaman itu masih sangat terbatas. Namun sudah dilakukan nenek moyang kita. Sayangnya, tidak ada literasi khusus yang menuturkan sejarah keris di Indonesia.

"Selain itu ada bursa keris, ada sesi edukasinya tentang keris juga," imbuhnya.

Seorang wisatawan asal Bandung, Nathalia Mutia, mengaku sangat tertarik dengan pameran tersebut. Sebelumnya, dia sama sekali tidak tahu keris. Ketertarikannya justru baru saja muncul saat datang ke Jogja dan mampir ke pameran tersebut.

"Ternyata istimewa pembuatan keris, baru tahu juga detailnya di sini. Event seperti ini tentu sangat penting bagi kita generasi yang lebih muda juga. Bisa jadi ilmu baru. Saya baru mulai suka, baru saja saat liat pameran ini," ujarnya.

Sementara itu, wisatawan yang berkunjung terlihat antusias. Baik wisatawan asing maupun domestik terlihat membanjiri lokasi pameran. Ada yang melihat-lihat, ada yang bertanya tentang keris, dan ada juga yang membuat konten media sosial tentang keris. (lan).

Editor : Amin Surachmad
#keris #Ken Arok #Butet Kartaredjasa