Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Modal Usaha Dari Kerja Kurir, Isa Setyawan Kini Punya Brand Fashion Omset Ratusan Juta

Wulan Yanuarwati • Senin, 17 Juli 2023 | 17:38 WIB
SUKSES: Isa Setyawan saat mengikuti fashion show Jogja Fashion Trend 2023 di Pakuwon Mall Jogja, Minggu (16/7/2023). (Dok pribadi)
SUKSES: Isa Setyawan saat mengikuti fashion show Jogja Fashion Trend 2023 di Pakuwon Mall Jogja, Minggu (16/7/2023). (Dok pribadi)

 

JOGJA - Isa Setyawan, warga Godean, Sleman, berhasil meraup omzet Rp 200 juta dari bisnis fashion pria dengan modal pas-pasan. Pemuda 25 tahun ini memulai dengan modal Rp 10 juta, hasil kerja sebagai kurir pakaian.

Keberanian mahasiswa tingkat akhir UPN Veteran Jogja ini untuk memulai usaha muncul setahun yang lalu. Karena tidak mendapatkan banyak privilage dari orang tua, Isa bekerja sambil kuliah.

Awalnya dia menjadi kurir pakaian di Brand Farah Button. Atas kegigihannya bekerja, dia berhasil memegang posisi General Affair. Lalu, didorong oleh Sutardi, owner Farah Button untuk memulai usaha sendiri.

"Saya memang ingin belajar, suka usaha. Dulu pernah jualan jus, sayuran hidroponik namun memang belum rezeki. Bertemu Farah Button, Mas Suta yang mengajarkan banyak ilmu tentang bisnis fashion," jelasnya.

Isa lalu membuat brand bernama Gorilland, yang fokus pada pakaian fashion pria. Saat itu jumlah produksinya tidak banyak karena keterbatasan modal. Capaian ini tergolong sangat fantastis. Karena baru setahun namun bisnisnya meroket.

"Saya sisihkan gaji saya, lalu berani membuat brand Gorilland. Jualannya awalnya titip di Farah Button," imbuhnya usai mengikuti fashion show Jogja Fashion Trend 2023 di Pakuwon Mall Jogja, Minggu (16/7/2023).

Dari awalnya hanya titip jual di gerai Farah Button, kini Isa sudah berhasil membuat satu stand pameran sendiri di Kota Tegal Jawa Tengah. Dari setiap produk yang terjual, ia selalu menyisihkan keuntungan untuk membuka stand dan melakukan ekspansi pasar.

"Dari yang kemarin numpang, titip barang, sekarang sudah bisa punya stand iland sendiri. Tetap ada naik turun, namanya juga usaha, tapi sangat bersyukur karena terus bergerak maju," ujarnya.

Bahan yang digunakan untuk produknya menggunakan bahan lokal yang berkualitas. Isa turun tangan sendiri saat mengecek produksi yang juga dilakukan UMKM penjahit di wilayah DIY. Dia berkolaborasi dengan UMKM yang ada di Jogja.

"Saya bersemangat juga untuk mengembangkan Gorilland, karena berarti bisa menggerakkan ekonomi teman-teman UMKM konveksi di Jogja," ujarnya.

Ihwal keikutsertaan dalam event Jogja Fashion Trend 2023 bersama Bank Indonesia, Isa merasa beruntung. Sebab, ajang yang terbilang bergengsi itu menjadi ruang apresiasi brand-brand lokal DIY. Mempertemukan para pelaku UMKM lain sehingga dapat bertukar pengalaman. (lan)

Editor : Amin Surachmad
#fashion #UMK #omzet