RADAR JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi bencana meteorologi di tengah musim kemarau. Potensi bencana angin kencang hingga longsor masih bisa terjadi meskipun kondisi cuaca sedang kering.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini angin moonson dari benua Australia masih berpotensi melewati wilayah Asia. Kondisi tersebut membuat awan hujan bisa muncul di sebagian wilayah Indonesia. Sehingga berdampak pada masih sering turunnya hujan meski ditengah musim kemarau. Bahkan hujan berpotensi turun sampai beberapa hari kedepan.
Ia menyampaikan, hujan yang turun di wilayah Indonesia akibat fenomena tersebut juga bisa berupa hujan sedang hingga lebat. Kondisi itu menurutnya juga akan meningkatkan potensi cuaca ekstrim dan berdampak pada timbulnya bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan tanah longsor.
Khusus untuk tanah longsor, Dwikorita menyebut, bisa lebih berbahaya karena kondisi tanah yang rusak atau kering akibat musim kemarau beberapa waktu terakhir. Sehingga ia pun meminta agar masyarakat yang tinggal di wilayah lereng untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.
"Jika terjadi hujan lebat sangat berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi," ujar Dwikorita disela kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan yang dilaksanakan di Pantai Baru, Bantul pada Jumat (14/7/23).
Meksipun ada potensi turun hujan di tengah musim kemarau, mantan Rektor UGM itu juga meminta masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana kekeringan. Kemudian juga bencana kebakaran lahan dan hutan pada beberapa wilayah di Indonesia.
Dwikorita pun mengimbau, agar masyarakat untuk rutin melihat informasi cuaca yang disediakan oleh BMKG. Mengingat wilayah Indonesia yang berada di antara dua samudra dan dua benua, menurutnya bisa membuat perubahan iklim dan cuaca yang sangat mendadak. "Jadi di Indonesia itu bisa terjadi bencana kekeringan bersamaan dengan banjir dan longsor," katanya.
Sementara itu, menghadapi berbagai potensi bencana yang disampaikan oleh BMKG, Sekretaris Daerah Bantul Agus Budi Raharjo mengaku, akan meningkatkan komunikasi dengan masyarakat. Khususnya yang berprofesi sebagai nelayan serta petani.
Terkait upaya tersebut, ia menyatakan, bakal dilakukan oleh instansi terkait di lingkup Pemkab Bantul. Menurut Agus, peningkatan komunikasi terhadap masyarakat tersebut penting agar dampak bencana akibat cuaca bisa diminimalisir. "Peringatan-peringatan dari BMKG akan kami sampaikan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan petani sebagai bentuk antisipasi dini," katanya. (inu/bah)