Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Festival Layang-layang Wadah Bagi Masyarakat Agar Tidak Bermain Secara Liar

Rizky Wahyu • Kamis, 13 Juli 2023 | 16:50 WIB
BEBAS: Ketua Umum TALIKAMA RM Herdjuno Sukotjo Adi dan Ketua Panitia Widodo Kurniawan saat di Republik Cafe. (RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)
BEBAS: Ketua Umum TALIKAMA RM Herdjuno Sukotjo Adi dan Ketua Panitia Widodo Kurniawan saat di Republik Cafe. (RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)

 

JOGJA - Festival Layang-Layang Nasional akan kembali diadakan sebagai wadah bagi masyatakat agar tidak bermain layang-layang secara liar dan membahayakan masyarakat.

Ketua Panitia Widodo Kurniawan menjelaskan, kali ini Festival layang-layang akan digelar dari tanggal 15 hingga 16 Juli mendatang. Festival tahun ini merupakan festival tingkat nasional ke-delapan dan tingkat Internasional ke-empat yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata DIJ bekerja sama dengan Perkumpulan Pegiat Layang-layang Nusantara (TALIKAMA).

Widodo juga mengatakan festival layang-layang ini diselenggarakan untuk wadah agar para masyarakat tidak bermain layangan di jalan raya. Sebab, jika masyarakat bermain layang-layang di jalan raya, takutnya tali dari layangan itu nanti bisa menjerat dan membahayakan orang yang lewat.

"Karena banyak kejadian seperti itu, maka kami beri wadah seperti event agar bisa aman dan terkendali," ujarnya kemarin (12/7) di Republik Cafe. 

Widodo mengungkapkan, TALIKAMA sendiri sudah berdiri sejak beberapa tahun lalu. TALIKAMA sekarang sudah memiliki anggota dari berbagai daerah.

Dalam rangka memeriahkan Festival ini, sebelumnya akan diadakan kegiatan Persiapan untuk event yang akan dilaksanakan pada tanggal (13/7) mendatang dengan didukung oleh berbagai elemen organisasi antara lain FASIDA Jogja, Karang Taruna setempat dan organisasi masyarakat lainnya.

"Kami juga mengajak seperti ATF dan UMKM setempat untuk ikut memeriahkannya," tegas Widodo

Selanjutnya pada Jumat (14/7) akan diadakan doa bersama dan Adat Tradisi Larung Sesaji. Diikuti oleh panitia dan peserta layang-layang yang sudah hadir di lokasi.

Festival ini berlokasi di Pantai Parangkusumo Bantul yang diikuti oleh kurang lebih 50 klub pekarya dan pelayang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, dalam festival tersebut juga akan diikuti oleh sembilan negara asing juga.

Kali ini Festival layang-layang akan mengangkat tema Tradisi Bermain Layang-Layang, yang di mana ini akan dilombakan lima kategori. Antara lain, kategori layangan tradisional, layangan dua dimensi, layangan tiga dimensi, rokaku challenge, layangan train naga, dan train naga mini.

"Sebenarnya tren layang-layang Indonesia ini sudah dilirik sampai mancanegara. Dan, produk kita sudah di beli oleh orang India dan Cina dengan harga puluhan juta," ucap Widodo

Ketua Umum TALIKAMA RM Herdjuno Sukotjo Adi menyatakan, dalam Festival ini juga akan digelar lomba foto Instagram yang bebas diikuti semua kalangan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dan memperebutkan piala bergilir Danlanud.

RM Herjuno juga menambahkan, Festival kali ini juga akan disediakan trophy dan uang pembinaan untuk pemenang juara 1 sampai 3 dan juara harapan 1 dan 2. Klub peraih nilai tertinggi akan ditetapkan sebagai juara umum dan berhak membawa pulang Piala Raja dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Piala ini merupakan piala bergilir lambang supremasi pencapaian kreatifitas pekarya layang-layang nasional.

"Secara khusus, akan dilombakan juga Umbul-umbul tema bebas," tandasnya. (ayu)

 

Editor : Amin Surachmad
#layang-layang #piala raja #Talikama