RADAR JOGJA – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) SLB N 1 Bantul turut melibatkan sekolah dan masyarakat sekitar. Kehadiran mereka untuk melihat gelar karya dan potensi siswa. Harapannya agar siswa berkebutuhan khusus bisa membaur dengan warga Kalurahan Ngestiharjo.
Kepsek SLB N 1 Bantul Krisdi Sujatwanto mengatakan, MPLS hari ketiga itu dikemas untuk mengenalkan adanya sinergi dan kolaborasi. Antara orang tua, sekolah sekitar, dan masyarakat.
Selain itu, juga dilakukan untuk mengenalkan kebersamaan. Sehingga tidak ada sekat yang berdiri antara siswa difabel dengan siswa normal. "Dan di situ kami bisa memaknai bisa diterima di lingkungan sekitar. Dan juga supaya lingkungan sekitar sadar dengan keistimewaan anak-anak kami itu adalah sebuah anugerah," ucapnya Rabu (12/7/23).
Waka Kesiswaan SLB N 1 Bantul Yulita Fitriani berharap, agar sekolah bisa menjalin kerja sama secara baik dengan orang tua dan masyarakat sekitar. Sebab selama ini, pandangan tentang SLB yang masih dikesampingkan. “Tapi dengan adanya masyarakat datang ke sini untuk melihat potensi dan prestasi anak kami, saya berharap ke depan masyarakat sudah tidak mengesampingakan dan membedakan siswa berkebutuhan khusus lagi," ujarnya.
Guru SD 3 Kadipiro Asih Juniarsih yang turut hadir mengaku, kegiatan yang diadakan oleh SLB N 1 Bantul itu sangat menarik. "Ini sangat baik, sebab di sini secara tidak langsung para siswa dididik untuk saling menghargai antarsesama. Walaupun sekolah dan kondisi yang berbeda, tapi kami bisa menghargai dengan kondisi masing-masing," tandasnya. (ayu/eno)
Editor : Satria Pradika