JOGJA - Pemerintah berencana akan memperpanjang jalur kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) hingga ke Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, informasinya kereta cepat itu akan melewati wilayah DIJ.
Wacana itu ditanggapi Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X, Pemprov DIJ belum mengadakan koordinasi untuk pembahasan intens dengan pihak-pihak terkait. Pemberitahuan resmi pun belum diterimanya dan baru sekedar wacana.
"Nggak, belum ada wong sing sampai Bandung saja belum selesai kok baru mau dibuka kok. Belum ada kepastian," katanya di Kompleks Kepatihan kemarin (7/7).
Namun, tidak menutup kemungkinan, bahwa wacana itu bisa berdampak ekonomi bagi daerah. Namun, HB X belum memastikan apakah kereta cepat itu akan berhenti atau hanya melewati wilayahnya saja.
"Kalau berpengaruh mesti ada berpengaruh wong ada perubahan di situ, tapi saya belum tahu persis nanti maunya seperti apa. Karena kereta cepat apakah di setiap provinsi atau kota mau berhenti atau tidak, saya kan juga nggak tahu," ujarnya.
Pemprov tidak menutup kemungkinan membuka peluang, tetapi harus dilihat dulu seperti apa teknis jalurnya. Apakah berdekatan dengan rel KA yang sudah ada atau melalui jalur lain.
Sebab, hal ini ada pengaruhnya terhadap pembebasan lahan dan sebagainya. Hal teknis ini yang dinilai perlu menjadi pertimbangan masing-masing daerah.
"Saya belum tahu itu tergantung maunya seperti apa sama seperti tol hanya ini rel. Permukiman seberapa jauh, kalau terlalu banyak rumah di situ juga nggak mudah untuk mengkosongkan," jelasnya.
Menurutnya, kondisi seperti itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Terlebih yang berkaitan dengan dampak sosial masyarakat. Dibutuhkan waktu yang cukup lama, pun sosialisasi ke masyarakat.
"Tidak sekedar ganti untung ada yang mau ada yang enggak kalau memang padat penduduk kan beda. Kondisi-kondisi itu kan perlu waktu. Tapi kita belum tahu pemberitahuan pun belum ada," tambahnya. (dia)