Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kehadiran Guru Penggerak Bisa Implementasikan P5 Juga Tumbuhkan Karakter Siswa

Naila Nihayah • Kamis, 6 Juli 2023 | 18:25 WIB
TINJAU: Wali Kota Magelang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang saat mengunjungi stan guru penggerak di Gedung Wanita, Kamis (6/7). (Naila Nihayah/Radar Jogja)
TINJAU: Wali Kota Magelang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang saat mengunjungi stan guru penggerak di Gedung Wanita, Kamis (6/7). (Naila Nihayah/Radar Jogja)

 

MAGELANG - Festival panen raya lokakarya 7 oleh para guru penggerak dimeriahkan dengan hadirnya lima stan di Gedung Wanita, Kota Magelang. Setiap stan, berisi inovasi yang dilakukan oleh 23 guru penggerak. Kehadiran guru penggerak ini diharap dapat mengimplementasikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) kepada siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Imam Baihaqi mengatakan, guru penggerak ini nantinya sebagai motor penggerak di sekolah masing-masing. Apalagi, dalam kurikulum Merdeka ini, kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah dipusatkan kepada siswa. Sehingga dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila.

Dia menyebut, hal-hal yang ada dalam profil pelajar Pancasila itu yakni beriman, berketuhanan, dan berakhlak mulia. Kemudian, mandiri, bergotong royong, serta berkebhinekaan global. Sesuai dengan julukan Kota Magelang sebagai Kota Toleransi. "Juga kritis terhadap sesuatu dan kreatif," ujarnya, Kamis (6/7).

Untuk itu, guru penggerak memiliki tugas supaya mengimplementasikan P5 di dalam proses pembelajaran. Hal itu juga selaras dengan tantangan guru ke depan terhadap teknologi. Termasuk membentuk budi pekerti dan akhlak siswa. Sekaligus menggerakkan organisasi di sekolah.

Terlebih, kata dia, guru penggerak nanti diarahkan menjadi kepala sekolah, baik SD maupun SMP. "Kemarin kan ada tes tersendiri untuk menjadi kepala sekolah. Sekarang sudah tidak ada, jadi kami ambil dari guru penggerak dan tidak boleh dipindah selama empat tahun," bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menuturkan, keberadaan guru penggerak ini diharap mampu menumbuhkan karakter siswa di sekolah. Khususnya pada etika dan potensi-potensi yang dimiliki siswa. "Jangan sampai (siswa) menyerap budaya-budaya dari luar," katanya.

Aziz berharap, hasil dari pendidikan dan diskusi para guru penggerak ini dapat diterapkan kepada siswa. Sehingga menjadi siswa yang berani dan mampu berinovasi serta peduli dengan sesama. "Mereka (siswa) juga diarahkan untuk siap berkompetisi. Kalah biasa, menang ya biasa," imbuhnya. (aya)

Editor : Amin Surachmad
#Magelang #panen raya #kota toleransi