RADAR JOGJA - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja melalui Seksi Warisan Budaya Takbenda menggelar pameran fotografi bertema Kotabaru Kuno dan Kini di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY). Pameran dibuka Rabu (5/7/23) dan akan berlangsung hingga 10 Juli mendatang. Pameran ini menampilkan 65 karya fotografi terpilih termasuk di dalamnya ada 15 karya yang masuk nominasi.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yeti Martanti menjelaskan, penilaiannya melibatkan tiga dewan juri dan tiga kurator. Pameran fotografi ini diproyeksikan jadi salah pemantik wisatawan dan turis untuk lebih mengenal Kotabaru dan juga memperkenalkan secara lebih luas ragam bangunan bersejarah di Kotabaru. “Seni fotografi tidak saja dilihat dari segi visual tapi juga ada makna, kami ingin menggairahkan masyarakat untuk aware lalu juga merawat dan melestarikan ragam bangunan dan budaya di Kotabaru," lanjut Yeti.
Yeti berharap Kotabaru dapat dikenal lebih jauh seperti halnya Malioboro. "Ada banyak bangunan yang kuat dengan sejarah dan latarbelakang budaya yang kental di sini," paparnya.
Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya mengapresiasi atas pameran yang dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan branding Kotabaru.Ini adalah bagian untuk memberikan kontribusi guna memperkuat branding Kotabaru heritage. “Diharapkan mampu bercerita apa yang sudah, sedang dan akan terjadi di Kotabaru," sebutnya.
Aman menambahkan, salah satu penekanan pentingnya adalah soal pelestarian. Diharapkan tidak saja selesai pada momen ini tapi justru bisa menyuburkan branding yang berkelanjutan dan terus dijalankan ke depannya.
Salah seorang kurator pameran Fajar Wijanarko menyebut karya-karya terpilih secara umum memiliki benang merah yang sama terkait bangunan atau cagar budaya yang ada di Kotabaru."Kami bagi jadi tiga segmen yakni Kotabaru awal pembangunan, Kotabaru sebagai medan laga 1945 dan Kotabaru hari ini," tandasnya. (cr1/din)