GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul memastikan, kasus kematian antraks pada manusia di Kapanewon Semanu bukan karena mengkonsumsi daging kurban. Korban dinyatakan terpapar antraks sebelum perayaan Idul Adha 1444 Hijriah.
"Bukan karena mengkonsumsi daging kurban," kata Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty saat dihubungi (4/7).
Namun demikian pihaknya mengakui, korban meninggal akibat virus antraks terjadi pada bulan lalu. Hasil penelusuran petugas lapangan, sebelumnya bersama dengan warga Semanu lainnya sempat mengkonsumsi daging sapi terpapar antraks.
"Nanti lebih lengkapnya, saya masih rapat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul Wibawanti mengatakan, hingga sekarang tercatat ada lima sapi terjangkit antraks. Bakteri yang membentuk spora terakhir ditemukan bulan lalu.
"Iya di bulan Juni 2023," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, dinas telah memberikan antibiotik vaksinasi antraks, dan disinfektan di lokasi. Selain ititu, juga meminimalkan ternak keluar dari lokasi yang terkena bakteri antraks.
"Surat keterangan kesehatan hewan untuk ternak yang keluar dengan diperiksa atau di lab kan untuk memastikan hewan bebas penyakit antraks," ungkapnya. (gun)