Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Gempa di Kabupaten Bantul Terus Bertambah, Kini Sentuh 102 Titik di 29 Kalurahan

Iwan Nurwanto • Senin, 3 Juli 2023 | 22:55 WIB
GOTONG ROYONG : Warga bersama petugas gabungan membersihkan sisa material bangunan pasca terjadi gempa.
GOTONG ROYONG : Warga bersama petugas gabungan membersihkan sisa material bangunan pasca terjadi gempa.

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul kembali mencatat penambahan dampak bencana gempa bumi. Hingga Senin (3/7) siang, jumlah titik lokasi yang terdampak telah mencapai 102 titik. Tersebar di 29 kalurahan dari 12 kapanewon di wilayah tersebut.


Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan, dari 102 titik itu terdapat 91 titik di antaranya merupakan rumah rusak. Kemudian, 5 titik fasilitas pendidikan dan 3 titik fasilitas umum. Ada pula jaringan listrik, tempat usaha, dan perkantoran masing-masing satu titik.


Aka membeberkan, Kapanewon Sanden yang berdekatan dengan kawasan pesisir memang menjadi wilayah dengan dampak tertinggi. Pihaknya mencatat ada sebanyak 44 titik lokasi kerusakan di kapanewon tersebut. Lalu, terbanyak kedua ada di Kapanewon Kretek dengan 12 titik dan Kapanewon Imogiri 10 titik.

 


Kemudian untuk Kapanewon Srandakan dan Kapanewon Bambanglipuro masing-masing 5 titik. Kapanewon Jetis dan Kapnewon Pundong masing-masing 4 titik. Kapanewon Dlingo, Kapanewon Pandak, dan Kapanewon Kasihan masing-masing 3 titik. Sedangkan Kapanewon Pajangan 2 titik. 

 

"Untuk kapanewon dengan dampak terendah ada di kapanewon Bantul, Piyungan, dan Pleret. Masing-masing satu titik," ujar Aka saat dikonfirmasi, Senin (3/7).


Sementara untuk korban jiwa, Aka menyebut, pihaknya mencatat ada 10 orang. Sembilan orang diantaranya mengalami luka-luka dan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Untuk korban luka mayoritas sudah mendapat penanganan di rumah sakit.

 Baca Juga: Pasca Gempa, Okupansi Hotel dan Kunjungan Wisata ke Bantul Tetap Tinggi

 

Lebih lanjut, BPBD Bantul juga mencatat kerugian materil akibat bencana gempa. Hingga saat ini total kerugiannya mencapai Rp 98,2 juta dan mayoritas merupakan kerusakan bangunan-bangunan rumah.


"Untuk upaya saat ini kami sudah lakukan assessment dan pengiriman logistik ke wilayah terdampak," katanya.


Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku, pihaknya mampu menyelesaikan penanggulangan secara internal terhadap dampak bencana gempa bumi. Ia pun yakin, kalai penyelesaian dampak bencana yang terjadi pada Jumat (30/6) lalu itu bisa dilakukan secara cepat.


"Hingga saat ini, kabupaten Bantul masih sanggup mengatasinya secara internal," tegasnya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#gempa #Bantul #logistik antar pulau #BPBD