Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pesantren Didorong Mengelola Sampah Secara Mandiri

Iwan Nurwanto • Senin, 3 Juli 2023 | 20:30 WIB
SOSIALISASI: Lewat Jagongan Sampah, 12 pondok pesantren digandeng untuk ikut mengelola sampah di Kampung Mataraman Minggu (2/7/23).
SOSIALISASI: Lewat Jagongan Sampah, 12 pondok pesantren digandeng untuk ikut mengelola sampah di Kampung Mataraman Minggu (2/7/23).

RADAR JOGJA - Produksi sampah di pondok pesantren tergolong cukup tinggi. Sehingga upaya pengelolaan sampah melalui lembaga pendidikan berbasis keagamaan itu pun terus digencarkan. Oleh salah satu organisasi kemasyarakatan, sebanyak 12 pondok pesantren di Indonesia pun diajak dalam proyek penanganan sampah.


Ketua Tanfidziyah PWNU DIJ Ahmad Zuhdi Muhdlor mengatakan, dalam upaya tersebut pihaknya juga bekerja sama dengan Kalurahan Panggungharjo untuk menentukan tindakan-tindakan pengelolaan sampah. Salah satu desa di Kapanewon Sewon itu, dipilih karena sudah memiliki pengelolaan sampah yang cukup baik.


Zuhdi menyebut, dalam upaya pengolahan sampah di pesantren, PWNU DIJ akan mendorong pengelola pondok membuat sarana pengolahan sampah mandiri. Contohnya sampah organik berupa sisa-sisa makanan dari santri akan diolah menjadi pupuk. Lalu sampah anorganik didaur ulang sehingga dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.


Dalam mewujudkan hal itu, diakuinya bukan hal yang mudah. Khususnya pada pondok pesantren perempuan yang memiliki sampah khusus. Sampah khusus dari pondok pesantren perempuan menurutnya cukup sulit diolah. Sehingga diperlukan upaya peralatan atau metode yang lebih canggih.
"Harapan kami adanya kerjasama dengan Panggungharjo nanti ada konsep baru untuk penanganan sampah di pondok-pondok pesantren," ujar Zuhdi di sela kegiatan Jagongan Sampah yang digelar di Kampung Mataraman Minggu (2/6/23).


Turut hadir sebagai narasumber, Lurah Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi. Dia menyampaikan, acara Jagongan Sampah bertujuan untuk memberikan gambaran situasi terkini tentang masalah sampah dan potensi pengelolaan sampah di DIJ. Dalam kegiatan tersebut, dibahas isu-isu krusial terkait sampah. Termasuk tingkat produksi sampah yang tinggi, keterbatasan tempat pembuangan akhir (TPA), dan perluasan penggunaan
"Jagongan Sampah diharapkan menjadi momentum untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mengatasi masalah sampah," tandasnya. (inu/eno)

Editor : Satria Pradika
#pondok pesantren #DIJ #PWNU #Pendidikan #produksi sampah