RADAR JOGJA - Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi dianugerahi Gelar Doctor Honoris Causa oleh Northern Illinois University (NIU). Sidang seremonial pemberian anugerah berlangsung di Pendopo kampus Universitas Widya Mataram Jogjakarta, Rabu (28/6).
Penganugerahan ini disaksikan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hemas dan sederet keluarga.
Putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X ini menerima gelar Doktor Kehormatan atau Honorary Doctorate bidang Humane Letters. Anugerah ini berdasarkan surat yang dikirimkan oleh Northen Illionis University pada 8 Desember 2022.
Implementasi Hamemayu Hayuning Bawana, lanjutnya, terwujud dalam beberapa hal. Di antaranya, hubungan sebagai insan dengan Tuhan dan Alam Semesta atau Rahayuning Bawânâ Kapurbâ Waskitaning Manungsa. Ini yang berarti kesejahteraan dunia itu tergantung pada kearifan manusia.
Implementasi selanjutnya adalah hubungan sebagai Abdi Negara dengan Masyarakat atau Dharmaning Satriyâ Mahanani Rahayuning Nagârâ. Ini yang bermakna darmabakti pamong praja sebagai tiang baku kesejahteraan Negara.
"Lalu, hubungan sebagai makhluk sosial atau Rahayuning Manungsâ Dumadi Karânâ Kamanungsané yang berarti kesejahteraan manusia terjadi oleh rasa perikemanusiaannya," ujarnya.
GKR Mangkubumi menjelaskan konsep dasar Hamemayu Hayuning Bawana merupakan tuntunan. Ini agar sikap dan perilaku manusia selalu mengutamakan harmoni, keselarasan, keserasian dan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Juga, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam lingkungannya.
Baca Juga: Putri Ariani Bangga Diundang Gubernur DIJ HB X
Pada medio 2000, GKR Mangkubumi bersama sejumlah rekannya mendirikan Yayasan Anak Bangsa Mandiri. Fokusnya pada kurikulum sekolah. Dengan target para siswa dapat mempelajari Matematika dan Fisika dengan mudah dan menyenangkan.
GKR Mangkubumi juga aktif dalam kepengurusan Yayasan Mataram Yogyakarta. Turut mendorong Universitas Widya Mataram (UWM) menjadi kampus berbasis budaya dengan membentuk Pusat Studi Budaya.
"Hal lain yang menjadi fokus kegiatan keseharian saya adalah upaya pelestarian budaya Jawa. Terlibat langsung dalam aktivitas budaya," katanya.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai gelar ini tak hanya sekadar berbicara Anugerah Doktor Kehormatan semata. Penghargaan ini dapat diartikan sebagai bentuk persahabatan yang erat antar bangsa. Khususnya, antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Baca Juga: HB X: Kalau Sakit, Ya Mbayar Dewe
Momentum hari ini, menurutnya, menjadi titik awal bagi pengembangan persahabatan budaya di masa depan. Tindak lanjutnya berupa pengembangan kreasi budaya kreatif antara Keraton Jogjakarta dan NIU.
"Atas nama Keraton Yogyakarta, saya mengucapkan selamat dan juga sangat berharap agar GKR Mangkubumi selalu diberikan keteguhan sikap mental, moral, dan kebijaksanaan dalam menjalankan dan mengamalkan amanah kehormatan ini," pesannya.
Executive Director for Global Initiatives of NIU Eric Jones menilai sosok GKR Mangkubumi layak menerima gelar Doktor Kehormatan. Ini karena perannya secara personal di lingkungan Keraton, Jogjakarta maupun nasional.
Dia menyebutkan berdirinya Yayasan Edukasi Anak Nusantara pada 2005 yang mengusung inklusifitas. Lalu, inisiasi berdirinya Universitas Widya Mataram melalui Yayasan Mataram Yogyakarta.
"Dalam ruang kebudayaan juga bertanggung jawab dalam kelompok penetapan status warisan budaya dunia untuk Keraton dari UNESCO," ujarnya.
Dalam sektor organisasi, GKR Mangkubumi tercatat aktif. Sebut saja, sebagai Ketua KADIN DIJ, Ketua Asosiasi Eksporter dan Kerajinan Tangan DIJ, Ketua Koperasi Aku Sejahtera, dan Ketua Central Management Agency for Business (BPP Aku).
Kepemimpinan GKR Mangkubumi dalam APPSI, lanjutnya, berfokus pada melestarikan pasar tradisional pada era globalisasi. Ada pula kontribusi dalam bidang pramuka sebagai Ketua Kwarda Pramuka Jogjakarta. Pernah meraih badge Melati Pramuka pada 2020.
"Mangkubumi jelas layak memperoleh penghargaan setinggi ini. Seperti sesama penerima gelar doktor kehormatan dari NIU, Putri Maha Chakri Sirindhorn dari Thailand, Putri Mangkubumi merepresentasikan tidak hanya pencapaian, tetapi juga keterlibatan masyarakat yang amat jarang dilakukan oleh sosok yang menduduki jabatan tinggi seperti beliau," bebernya. (dwi)