Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wajib Ramah Lingkungan, DLH Bantul Awasi Penggunaan Kemasan Daging Kurban

Iwan Nurwanto • Minggu, 25 Juni 2023 | 22:40 WIB

ALAMI: Penjual besek di Pasar Bantul. Pada Idul Adha tahun ini, Pemkab Bantul mewajibkan bahan ramah lingkungan untuk kemasan daging kurban. (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
ALAMI: Penjual besek di Pasar Bantul. Pada Idul Adha tahun ini, Pemkab Bantul mewajibkan bahan ramah lingkungan untuk kemasan daging kurban. (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mewajibkan penggunaan bahan ramah lingkungan untuk kemasan daging kurban. Kebijakan itu dibuat untuk meminimalisasi penggunaan kemasan plastik pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan, pihaknya juga akan mengawasi penggunaan bahan ramah lingkungan untuk kemasan daging kurban. Yakni dengan melibatkan fasilitator pendamping di 17 kapanewon. Para pendamping itu akan berkoordinasi dengan para takmir pada seluruh masjid di kabupaten Bantul.

 

Ari menyebut, penggunaan bahan ramah lingkungan untuk kemasan daging kurban memang diwajibkan guna mendukung program Bantul Bersih Sampah 2025. Juga agar pelaksanaan Idul Adha tahun ini tidak menimbulkan limbah plastik. Penggunaan kemasan plastik bisa diganti dengan besek, daun jati, daun pisang, panci, atau barang ramah lingkungan lainnya.

Ia pun menghimbau, agar selama pelaksanaan Idul Adha masyarakat tidak membersihkan jeroan dan membuang kotoran hewan kurban di aliran sungai. Menurutnya pembuangan limbah kurban lebih baik dilakukan dengan cara dikubur di dalam tanah karena dapat menjadi pupuk.

 

"Dalam waktu dekat ini kami akan segera mengeluarkan surat edaran (SE) Bupati kepada pengurus takmir masjid, agar menggunakan bahan dan cara-cara yang ramah lingkungan," ujar Ari, Minggu (25/6).

 

Disisi lain, adanya kewajiban penggunaan bahan ramah lingkungan untuk kemasan daging kurban juga berdampak pada perajin besek di Bantul. Narwo Sugito,75 salah satu perajin besek di kapanewon Sewon mengaku bisa menerima pesanan sampai 200 biji besek menjelang Idul Adha.

Ia membeberkan, kalau besek yang paling banyak dipesan ada pada ukuran 20 sampai 22 sentimeter. Bahkan karena saking banyaknya, perajin wadah berbahan dasar bambu itu sampai menolak pesanan pembuatan besek menjelang hari penyembelihan.

 

"Memang ada peningkatan pesanan besek untuk wadah daging kurban," katanya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#ramah lingkungan #idul adha #DLH Bantul