Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dimas Diajeng Tak Hanya Soal Wisata, Setelah Tiga Tahun Vakum Kini Kembali Digelar

Iwan Nurwanto • Kamis, 22 Juni 2023 | 20:00 WIB
Suasana jumpa pers Dimas Diajeng Bantul 2023 yang digelar di Hotel Ros In Bantul pada Rabu (21/6/23).
Suasana jumpa pers Dimas Diajeng Bantul 2023 yang digelar di Hotel Ros In Bantul pada Rabu (21/6/23).

RADAR JOGJA- Dinas Pariwisata Bantul kembali menggelar pemilihan dimas dan diajeng setelah tiga tahun vakum karena situasi pandemi Covid-19. Hingga Rabu (21/6/23) sudah ada 30 peserta atau 15 pasang dimas diajeng yang berhasil lolos sampai babak grand final. Dari jumlah tersebut nantinya akan dipilih sepuluh besar dimas diajeng dengan berbagai kategori.


Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan, pelaksanaan Dimas Diajeng Bantul 2023 sebenarnya tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya untuk tahun ini memang ada beberapa pengkategori duta. Seperti duta berbakat, duta persahabatan, duta digital, duta intelegensia, dan duta lingkungan hidup.


Adanya pengkategorian duta itu, terang Ari, memang baru pertama kali diterapkan dalam pemilihan Dimas Diajeng Bantul. Tujuannya agar para dimas diajeng tidak hanya berkutat pada promosi wisata saja. Namun juga bisa mempromosikan berbagai potensi yang ada di kabupaten Bantul. “Juga harus bisa menjadi public relation-nya Pemkab Bantul dan bisa berkontribusi secara umum," ujar Ari saat ditemui, Rabu (21/6/23).


Merinci tentang kepesertaan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul itu menyatakan, kalau sebenarnya ada ratusan peserta dari seluruh kapanewon di Bantul yang ikut berpartisipasi. Namun setelah melalui berbagai tahapan hanya ada perwakilan dari 13 kapanewon yang berhasil lolos dan masuk babak grand final. Grandfinal sendiri akan dilaksanakan di Gedung Serba Guna ISI Jogjakarta pada besok (23/6) malam.


Ari menerangkan, pemilihan Dimas Diajeng Bantul 2023 mengangkat tema Tansah Sumadya Hanguripi, Nguri-uri Subasita Kang Utama, Murih Ginayuh Projotamansari. Tema tersebut memiliki arti kalau dimas diajeng Bantul harus bisa menghidupi, bersedia melestarikan budaya, dan beretika agar tercapai tujuan Bantul sebagai bumi Projotamansari.  "Tema kali ini sejalan dengan Bantul Bumi Mataram dan Bantul Kreatif," katanya.


Salah satu finalis asal Kapanewon Sanden Sintya Nurlita Sari mengaku, mengikuti pemilihan Dimas Diajeng Bantul pada tahun ini karena ingin mengembangkan potensi diri dan wilayahnya. Ia menilai kalau Bantul banyak potensi dalam bidang pariwisata dan ia ingin membantu dalam hal promosinya. "Saya ingin menguak berbagai potensi di wilayah saya dan kabupaten Bantul," ungkap Sintya. (inu/bah/sat)

Editor : Satria Pradika
#Wisata #Bantul #dimas diajeng