RADAR JOGJA - Kaisar Jepang Hironomiya Naruhito direncanakan datang ke Jogja siang ini (21/6/2023). Salah satu kunjungan Kaisar Jepang Naruhito ialah mengunjungi Sabo Dam Merapi di Sleman.
Sabo Dam dibangun menggunakan dana Loan JICA (Japan International Cooperation Agency) sejak tahun 1980-an. Totalnya hingga saat ini sebanyak 139 buah.
Sabo Dam bertujuan mengurangi risiko dan dampak banjir lahar Gunung Merapi. Bagi DIJ, Sabo Dam sangat penting untuk mencegah lava Gunung Merapi. Sehingga tidak turun sampai ke pemukiman apalagi perkotaan.
Konstruksi Sabo Dam dibangun secara bertingkat dengan ukuran yang berbeda-beda. Ukuran terbesar berada di atas untuk menahan batu-batu besar. Sedangkan ukuran yang paling kecil untuk menahan pasir.
Baca Juga: Ke Keraton, Kaisar Jepang Napak Tilas, Siang Kunjungi Sabo, Malam dengan Sultan
Secara teknis, Sabo Dam dibangun dengan ketinggian yang berbeda-beda. Lokasinya di tengah bendung. Tujuannya untuk mengalirkan air. Sehingga sedimen atau endapan lahar dingin akan tertampung oleh bendung tersebut. Namun air tetap dapat mengalir.
Apabila bendung tidak mampu membendung semua aliran debris, maka akan dilewatkan melalui bagian atas (over-topping).
Selanjutnya aliran debris yang masih mengalir ditampung oleh bendung lain yang ada di bawahnya. Hal ini berlangsung terus menerus sesuai dengan jumlah bendung yang ada.
Baca Juga: Sultan HB X: Sabo Dam Sangat Penting untuk Cegah Lava
Dengan begitu, aliran lahar Gunung Merapi dapat dicegah agar tidak sampai ke hilir sungai. Sehingga permukiman warga, jalan dan jembatan aman.
Belum lama ini, pada Sabtu (3/6/2023), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau Sabo Dam Kali Gendol Sleman.
Menteri Basuki meminta agar Sabo Dam dirawat dengan baik. Agar fungsinya optimal dan bahaya bisa diminalisir.
"Dirawat dan dijaga dengan dibersihkan secara rutin. Bersihkan dengan semprotan air bertekanan tinggi dan terus dirawat seluruh fungsi teknisnya," ujar Menteri Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Rabu (21/6/2023).
Sementara itu, dengan menggunakan Loan JICA, pembangunan dan rehabilitasi Sabo Dam pada periode 2015-2022 sebanyak 10 Sabo Dam.
Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi Sabo Dam di Kali Putih, Kali Gendol, Kali Pabelan, dan Kali Lamat pada tahun 2018-2020.
Lingkup pekerjaannya mencakup pembangunan 1 sabo baru di Kali Putih, rehabilitasi 3 sabo di Kali Gendol, rehabilitasi 2 sabo dan pembangunan 2 sabo baru di Kali Pabelan, serta pembangunan 1 sabo baru dan rehabilitasi 1 sabo di Kali Lamat. (lan)
Editor : Amin Surachmad