RADAR JOGJA - Sapi jenis limosin. Beratnya sekitar enam ratus kilogram atau sekitar enam kuintal. Harganya sekitar Rp 49,5 juta.
Itu sapi kurban milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dibeli dari peternak sapi asal Dusun Cabeyan, Desa Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar, Suparno, 50. Rencananya, sapo berbulu cokelat itu dikurbankan di Masjid Kauman, Kragan, Gondangrejo. Tempat itu menjadi bagian Presiden Jokowi menghabiskan masa kecilnya.
Suparno menjelaskan, sapi limosin itu sudah tujuh bulan dipelihara. Dia membeli sapi itu dari daerah Ponorogo, Jawa Timur.
Dia mengatakan, saat kurban tahun lalu sapi miliknya juga sempat diajukan sebagai sapi kurban Presiden Jokowi. Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah sudah melakukan pengecekan terhadap salah satu sapi miliknya. Namun, saat itu kondisi sapi ternaknya terkena cacing hati. Kala itu tengah marak penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD). Sapi yang diusulkan tersebut batal dibeli presiden.
Kabar baik datang tahun ini. Sapi milik Suparno bakal dibeli presiden untuk hewan kurban.
“Sudah sekitar 25 hari ada tim melakukan pengecekan, baik kondisi hewan maupun kesehatannya. Bahkan sampai empat kali tim itu melakukan pengecekan sapi saya. Alhamdulillah, kemudian sapi itu lolos dan tercatat sebagai hewan kurban yang nanti akan diberikan oleh pak presiden ke masyarakat,” terang Suparno.
Meski belum ada kejelasan terkait proses administrasi pembayaran, Suparno mengaku, sejauh ini memperlakukan sapi tersebut dengan spesial. Perlakuannya berbeda dengan sapi lain yang ada di kandang.
Jika biasanya sehari diberi makan dua kali, kini sapi kurban Jokowi diberi makan hingga tiga kali untuk menjaga stamina dan kesehatannya.
"Jangan sampai bobotnya itu berkurang. Syukur nanti saat dibawa untuk dijadikan hewan kurban itu bobotnya bertambah. Kalau biasanya sehari saya kasih makan dua kali pagi dan sore, ini saya kasih makan tiga kali, ditambah malam hari,” terang Suparno. (rud/ria)
Editor : Amin Surachmad