Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Putri Ariani Sudah Berbakat Sejak Usia Anak

Editor News • Senin, 12 Juni 2023 | 02:49 WIB
SEMANGAT : Kepala SMM Jogjakarta Agus Suranto (kemeja hitam) dan ayah Putri Ariani, Ismawan Kurnianto (kemeja putih biru), saat mendampingi Putri Ariani di SMM Jogjakarta, Minggu (11/6). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
SEMANGAT : Kepala SMM Jogjakarta Agus Suranto (kemeja hitam) dan ayah Putri Ariani, Ismawan Kurnianto (kemeja putih biru), saat mendampingi Putri Ariani di SMM Jogjakarta, Minggu (11/6). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Perjuangan Ariani Nisma Putri atau lebih dikenal Putri Arini dalam America’s Got Talent tak terlepas dari peran kedua orangtua. Terbukti dari beberapa potongan video, kedua orangtuanya Ismawan Kurnianto dan Reni Alfianty hadir di panggung audisi Amerika Serikat. Tak hanya kali ini tapi juga ketika usia Putri masih anak-anak.

Ismawan menuturkan bakat anaknya mulai terlihat sejak kecil. Berupa kecintaannyaa terhadap dunia musik. Tak sekadar menjadi hobi, Putri benar-benar mendalami beragam teknik bermusik. Mulai dari vocal hingga memainkan instrumen piano.

“Sebagai orangtua saya cuma bisa mendukung anak dan jadi sahabat yang baik. Berusaha untuk memberikan yang terbaik buat Putri agar Putri memiliki semangat untuk jadi lebih baik lagi dan mengembangkan keahliannya,” jelasnya ditemui di SMM Jogjakarta, Minggu (11/6). 

 



Bakat Putri, lanjutnya, terus berkembang. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, lanjut Ismawan, memiliki semangat yang tinggi dalam musik. Hingga akhirnya ikut dalam sejumlah ajak pencarian bakat.

Salah satunya adalah Indonesia’s Got Talent 2014. Kala itu usia Putri masih 8 tahun. Namun semangatnya tidak kalah dengan kontestan lainnya. Terbukti siswi kelas XI SMM Jogjakarta ini mampu menyabet gelar pemenang Indonesia’s Got Talent 2014. 

“Alhamdulilah Putri dari usia 8 tahun membuktikan di Indonesia’s Got Talent 2014 dan dia sudah mempunyai passion dia sendiri, music is my life. Kami sebagai orangtua yang selalu mendukung membimbing kemana dia mau melangkah dan memberikan fasilitas terbaik,” katanya. 

Dalam kesempatan ini Ismawan berpesan agar para orangtua menjadi sahabat yang baik bagi anak. Mampu menjadi pendengar yang baik dan membimbing tanpa lelah. Sehingga anak dapat menjadi pribadi yang baik. 

Putri terlahir denga kondisi difabel tuna netra. Semangat tanpaa henti terus diberikan oleh Ismawan dan Reni agar anaknya tak berkecil hati. Sebaliknya menggali dan mendukung potensi anak agar terus berprestasi. 

“Jadi kalau menurut saya,  anak-anak tidak ada yang berbeda. Anak-anak itu sama, jadi lakukan yang terbaik maka akan mendapatkan hasil yang baik. Apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai,” ujarnya. 

Dukungan tanpa henti juga datang dari keluarga SMM Jogjakarta. Mulai dari guru, siswa hingga para alumni. Terus memberikan semangat agar Putri dapat bersaing di ajang America’s Got Talent hingga babak final. 

Diketahui bahwa Putri Ariani mendapatkan Golden Buzzer dari para juri. Sehingga dia mendapatkan privilege mengikuti audisi di Hollywood. Penghargaan ini berkat penampilannya saat audisi dengan membawakan lagu Loneliness. 

“Putri memiliki mimpi yang tinggi. Semua karya hebat bertolak dari mimpi. Selanjutnya kreativitas seorang Putri bsia menjadi orang yang hebat dan dahysat dengan mengkomunikasikan perasaan jiwanya melalui musik,” katanya. 

Menurut Agus, inilah yang membuat karya-karya Putri lebih hidup. Tidak hanya menyanyikan bait dan nada tapi juga memberikan nyawa. Sehingga pesan dalam lagu bisa diterima dan diresapi oleh pendengarnya.   

“Ini kelebihan luar biasa, seluruh masyarakat Jogjakarta, Indonesia bahkan dunia mensuport kamu. Seluruh masyarakat Indonesia berkomitmen gandeng tangan membawa keharuman bangsa Indonesia,” ujarnya. 

Terkait pembelajaran di kelas, Agus menilai Putri sebagai sosok yang mudah beradaptasi. Ditambah lagi teknik mengajar yang digunakan para Guru SMM. Sehingga seluruh materi pelajaran dapat diserap dengan baik. 

Meski tergolong siswi berkebutuhan khusus, namun bukan menjadi alasan materi pelajaran tak berimbang. Terbukanya pintu komunikasi antara siswa dan guru melahirkan kolaborasi yang tepat. Termasuk dalam menerapak metode belajar. 

“SMM tidak mengenal itu (istilah difabel), kami ganti dengan karaterstik siswa. Ketika kami punya 450 siswa maka ada 450 varian karakteristik. Kebetulan Putri karakteristik seperti ini dan para guru kompetensinya mendalami karakter peserta didik, tidak boleh meyakini dua atau tiga tapi tidak terhitung,” katanya. (Dwi) 

Editor : Editor News
#putri ariani #golden buzzer #SMM Jogjakarta #America's Got Talent