RADAR JOGJA - Tujuh kali gelaran Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) menunjukkan Jogjakarta sebagai kota komoditas ekonomi kreatif di Indonesia. Karena terbukti mampu memberikan andil dalam upaya promosi dan pemasaran produk furnitur dan kerajinan.
Hal itu disampaikan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X saat membuka gelaran JIFFINA 2023, yang mengangkat tema, The Power of Eco Lifestyle for Global Market", di Jogja Expo Center (JEC) Sabtu (11/3). "Event ini pun sekaligus meneguhkan Jogjakarta sebagai kota ekspor komoditas ekonomi kreatif," tuturnya.
Tak lupa, HB X juga membagikan pengalaman Pemprov DIJ yang bahu-membahu bersama kalangan pelaku usaha di kala pandemi lalu. Dia mencontohkan, pada kalangan UMKM yang kini makin familiar dengan dunia internet. Diakui HB X pada awalnya semua gagap, tapi dengan penyesuaian akhirnya bisa. Pemprov DIJ pun melalui Dinas Koperasi dan UKM meluncurkan Si Bakul. Yang diklaim mampu meningkatkan omzet penjualan. "Kami biayai ongkos kirimnya," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menambahkan, produk furnitur di Indonesia saat ini baru mampu menyumbang 1,39 persen terhadap kontribusi pendapatan domestik bruto nasional (PDRB) nasional. Untuk share ekspor, katanya, menyumbangkan USD 2,5 miliar. Jika ditambah sektor kerajinan, yang nilainya USD 1 miliar, totalnya mencapai USD 3,5 USD. Tapi ada tantangan pada sektor furnitur dan kerajinan, yaitu menurunnya pertumbuhan ekonomi negara tujuan ekspor. "Itu akibat perang Rusia-Ukraina," tuturnya.
Tapi dia melihat ada potensi lain dari pasar domestik. Putu mengutip, data indeks kepercayaan industri yang mencapai 52,3 persen. Menurut dia, hal itu menunjukkan adanya ekspansi. Sehingga harus dikelola untuk pengembangan industri. Karena itu, kementeriannya sudah menyiapkan dia strategi, yaitu memanfaatkan pasar dalam negeri dan mencari alternatif tujuan negara ekspor baru. "Selama ini 75 persen dikirim ke AS, 20 persen ke Eropa, yang semuanya mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi," jelasnya. (pra) Editor : Editor Content