Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Satu Korban Sudah Lapor Polisi

Editor Content • Jumat, 10 Februari 2023 | 17:00 WIB
Bupati Bantul Abdul Halim
Bupati Bantul Abdul Halim
RADAR JOGJA - Salah seorang korban kekerasan jalanan atau klithih di Titik Nol Kilometer Jogja, telah melapor ke Polresta Jogja. Korban melaporkan peristiwa yang menimpanya pada Rabu (8/2) malam.

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharja membenarkan salah satu korban klithih di Titik Nol Kilometer telah melapor. “Untuk perkembangan saat ini, Satreskrim Polresta Jogja sudah melakukan penyelidikan. Korban saat ini sudah melapor, satu orang,” ungkapnya. Selain menindaklanjuti laporan, Polresta Jogja juga mengintensifkan patroli.

Radar Jogja menghubungi salah satu korban klithih berinisial GBN. Dia mengatakan sedang berada di Polresta Jogja ketika dihubungi. Mahasiswa asal Batam, Kepulauan Riau, ini mengaku kaget saat mengalami kejadian pembacokan. Saat itu dia dan temannya yang berinisial RZQ hendak pulang, dari Jalan Magelang menuju kos di Banguntapan, Bantul. Mereka sengaja melewati kawasan Malioboro.

Saat melewati Jalan Malioboro itu, tiba-tiba muncul pelaku yang berbaju oranye seperti dalam video yang tersebar di media sosial. Dia sendiri tidak tahu pelaku muncul dari mana. Tapi pelaku langsung memotong jalan sepeda motor yang dikendarai GBN dengan RZQ. “Dia itu motong kayak dari kiri ke kanan, ndak pake sein,” bebernya kemarin (8/2).

Karena kaget, RZQ yang kena bacok dan sedang mengendarai motor spontan berteriak. Hal itu dibalas oleh pelaku yang tidak terima dengan teriak pula memakai bahasa Jawa. Pelaku kemudian menghampiri BGN dan RZQ sembari memepet sepeda motor yang mereka kendarai. GBN sempat meminta pelaku untuk bicara baik-baik dalam bahasa Indonesia. “Mas tolong bahasa Indonesia saja baik-baik. Kami tidak mengerti bahasa Jawa. Pokoknya mengajak ribut,” seingatnya.

GBN dan RZQ mencoba tidak meladeni pelaku. Tapi pelaku justru mengambil kunci motor milik RZQ. Namun berhasil diambil kembali oleh RZQ. Keduanya terus melanjutkan perjalanan dengan melaju pelan. Pelaku masih terus membuntuti keduanya sembari menyenggol sepeda motornya. Setelah itu baju RZQ sempat ditarik hingga robek. “Kami merendah. Malah terus memancing kami,” bebernya.

Hingga sampai Nol Kilometer itu pelaku berhenti dan keduanya berjalan pelan. Tiba-tiba pelaku tancap gas kemudian menabrak sepeda motor mereka sehingga jatuh. Kemudian RZQ berkelahi dengan pelaku. Setelah itu pelaku kabur. GBN lantas berusaha menenangkan rekannya RZQ yang masih emosi. Namun selang lima menit kemudian pelaku berbaju oranye itu kembali lagi. Pelaku datang bersama lima atau enam orang lainnya.

“Pelaku yang di Malioboro itu langsung menunjuk ke kami. Dia bilang ini yang mengeroyok saya,” ucap GBN menirukan pelaku. “Terus tiga orang mengejar saya dan tiga lagi mengejar teman saya. Teman saya lari ke arah Taman Pintar, saya lari ke arah Malioboro,” tambahnya.

Dalam peristiwa ini, GBN dan RZQ masing-masing dikeroyok oleh tiga orang. Kendaraan milik RZQ yang masih menyala pun sempat hendak dibawa oleh gerombolan pelaku. RZQ kemudian lari ke arah motor hendak mengambil kuncinya. “Kami awalnya tidak tahu kalau mereka bawa senjata. Pas ambil kunci itu, dikeluarkanlah senjata dan dibacoklah teman saya,” paparnya.

GBN sempat menarik RZQ untuk menyelamatkan diri. Untungnya bacokan itu mengenai helm. Bacokan yang diayunkan layangkan pelaku menyerempet bahu kanan GBN. Sementara RZQ mengalami luka kecil goresan di bahunya. Seingat GBN pula, ada pelaku lain yang membawa senjata berbentuk agak panjang.
Saat kejadian, kata GBN, di kawasan Malioboro itu sebetulnya masih dalam keadaan ramai. Tapi ketika rombongan pelaku datang sambil ribut-ribut itu, pengunjung lain pergi. “Saya ndak sempat meminta tolong,” sebutnya.

Setelah peristiwa keributan itu, RZQ mencoba menghubungi seseorang. Pelaku juga sempat hendak menyaut ponsel milik RZQ, namun gagal. Usai itu para pelaku melarikan diri. Sementara korban berusaha mencari aman dengan kembali ke Jalan Malioboro. Keduanya kemudian menghubungi rekan-rekan mereka untuk meminta dijemput. “Kemudian kami dijemput. Sampai Banguntapan itu hari sudah terang,” ungkapnya. (fat/laz) Editor : Editor Content
#Aksi Klithih