Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Untidar Luncurkan Inovasi Sepeda Kampus

Editor Content • Kamis, 13 Oktober 2022 | 19:32 WIB
PERCOBAAN: Rektor Untidar bersama tiga Wakil Rektor menjajal inovasi sepeda yang diluncurkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik di area kampus.(Dokumentasi Humas Untidar)
PERCOBAAN: Rektor Untidar bersama tiga Wakil Rektor menjajal inovasi sepeda yang diluncurkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik di area kampus.(Dokumentasi Humas Untidar)
RADAR JOGJA - Universitas Tidar (Untidar) meluncurkan inovasi baru berupa sepeda. Bahkan, inovasi tersebut sudah mendapat hak paten dengan judul rangka sepeda terdiri dari tiga komponen nomor IDP000044262. Dikembangkan bersama C-MAXI dan Unit Pelayanan Teknis Logam (UPT) Kota Jogjakarta.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untidar Suyitno menuturkan, sepeda itu terpilih sebagai paten terbaik Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2017 lalu. Dia mulai melakukan penelitian pada 2012. "Mendaftar hak paten pada 2012, baru keluar pada 2017. Tapi sebelum keluar (hak paten) mulai diproduksi salah satu industri di Jogja," jelasnya kemarin (12/10).

Selain itu, sepeda tersebut juga terpilih sebagai satu dari 104 Inovasi Indonesia paling prospektif pada 2012 oleh Business Innovation Centre (BIC) Kementrian Riset dan Teknologi. Yang saat itu diikuti sebanyak 2.519 karya inovasi dari berbagai bidang.

Rangka sepeda inovasi ini, kata dia, tersusun atas tiga komponen. Yakni rangka depan, samping kanan, dan samping kiri. Ketiga komponen itu disusun dan disambung menggunakan baut. Selain itu, juga bisa dibuat dari pipa yang disambung dengan las atau diproduksi dengan proses pengecoran logam.

Menurut Suyitno, pembuatan rangka sepeda dari pipa memerlukan bahan baku dan teknologi pengelasan. Sementara dengan teknologi proses cor, justru akan mengurangi ketergantungan pada pipa dan pengelasan. Kerangka sepeda, kata dia, berbahan alumunium. Sehingga tidak memakai las. "Jadi, caranya logam dilebur, dicairkan, dibuat cetakan, dan dicetak," bebernya.

Proses produksinya pun lebih sederhana. Sehingga memberikan peluang kepada industri kecil untuk bisa memproduksi. Dari sisi kekuatan, sama dengan sepeda jenis lain. Hanya saja, diberi merek sesuai nama lengkapnya. Bahkan, sepeda tersebut bisa dinaiki dengan berat badan hingga 300 kilogram.

Suyitno menyebut, satu kerangka membutuhkan sekitar 3,2 kilogram alumunium. Sedangkan satu unit sepeda paling murah dibanderol dengan harga Rp 3,2 juta. Yang membuat harganya mahal dari sisi komponen. "Kalau frame murah. Harganya tidak sampai satu juta," ujar dia
Dia melanjutkan, inovasi ini akan menjadi rintisan sepeda kampus. Harapannya, bisa dikembangkan dalam sepeda bentuk lain, termasuk sepeda lipat. Lantaran hingga kini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.

Dia menginisiasi inovasi sepeda ini karena pada zaman Belanda, kebutuhan warga terhadap sepeda besar. Tapi, mereka kebanyakan impor dari luar negeri seperti Thailand dan China. "Mumpung momennya BBM naik, kenapa kita tidak beralih ke sepeda buatan dalam negeri," bebernya.

Inovasi sepeda ini diluncurkan di kampus Tuguran dan diresmikan oleh Rektor Untidar. Dengan uji coba pemakaian di dalam kampus didampingi tiga wakil rektor.
Rektor Untidar Mukh Arifin mendukung penuh penggunaan sepeda di lingkungan kampus dan kota Magelang. Menurutnya, kampus perlu melakukan inovasi dalam mendukung pengurangan emisi dan kemacetan di jalan raya.

Terlebih, kenaikan harga BBM yang terjadi pada awal September lalu, juga perlu disikapi dengan pengurangan pemakaian kendaraan berbahan bakar fosil. "Saya memang selalu mendorong karya sivitas akademika Untidar bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di kampus dan masyarakat," jelasnya.

Untidar pun berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan yang berujung pada inovasi. Inovasi ini merupakan implementasi dari program unggulannya dalam entrepreneurship. Dengan secara konsisten berupaya mewujudkan kampus yang ramah kepada inovasi dengan fasilitas penelitian, pengembangan, dan juga pelatihan. (aya/eno) Editor : Editor Content
#Untidar