GM Royal Ambarukmo Jogjakarta Herman Courbois mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Bedug Ramadhan 2022. Ini merupakan momen yang tepat dalam membangkitkan UMKM usai diterpa pandemi selama dua tahun.
“Selama dua tahun terakhir bisnis-bisnis kecil terpukul, dari sana kami berangkatnya. Apalagi pada tahun ini Ramadan terasa lebih indah karena aturan sudah mulai dilonggarkan sehingga pelaku UMKM bisa mendapatkan pasar secara lebih luas lagi,” jelas Herman ditemui di Royal Ambarukmo Hotel, Jumat (15/4).
Menurutnya even Ramadan kali ini istimewa. Menjadi momen bangkitnya pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Terlebih dengan longgarnya sejumlah aturan dapat menjadi angin segar bagi pemasaran produk.
Dia menambahkan, total terdapat sebanyak 32 stand UMKM dari berbagai jenis. Mulai dari kuliner, fashion, hingga craft atau kerajinan. Bedug Ramadhan 2022 akan diselenggarakan hingga 27 April mendatang.
“Harapannya UMKM yang ada di Jogjakarta bisa terus berkembang dan terpacu untuk menciptakan produk-produk yang kreatif dan inovatif,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata DIJ, Singgih Raharjo mengatakan industri ekonomi kreatif merupakan salah satu pelengkap di sektor pariwisata. Dia menjelaskan terdapat tiga besar penyokong pariwisata di Jogjakarta. Diantaranya kuliner, fashion dan craft atau kerajinan.
Singgih menilai keunggulan Jogjakarta terwakili dalam gelaran Bedug Ramadhan 2022. Menurutnya kreativitas para pelaku UMKM di Jogjakarta harus terus ditingkatkan. Baginya ini membutuhkan peran dari kaum ibu yang kreatif dan inovatif.
“Kuliner menyumbang sebesar 70 persen dari total ekonomi kreatif di Jogjakarta. Fashion juga memiliki potensi yang luar biasa, bisa menjadi komoditas yang dapat dijual kepada wisatawan," ujarnya.
"Sementara craft saya lihat di sini ada anyaman dari daun pandan. Dari sisi bahan ramah lingkungan dan memiliki nilai positif,” tambahnya. (*/ isa/dwi) Editor : Editor News