Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini 6 Hal yang Wajib Dihindari oleh Penjual Online

Administrator • Senin, 28 Maret 2022 | 18:16 WIB
Ilustrasi. (FREEPIK.COM)
Ilustrasi. (FREEPIK.COM)
RADAR JOGJA - Kemudahan teknologi tak ayal telah membuat tren transaksi jual-beli zaman sekarang berubah. Sebelumnya, untuk mendapatkan sebuah barang, Anda sebagai calon pembeli harus pergi keluar rumah dan datang ke toko yang menjual barang yang dibutuhkan. Begitu juga dengan pembeli, untuk menjual sesuatu harus mempunyai tempat khusus seperti ruko, toko, gubuk, atau terasa depan rumah untuk menggelar dagangan.

Namun, sejak ramai muncul muncul marketplace (website-website khusus yang menjadi jembatan penyambung antara penjual dan pembeli), penjual dan pembeli tak perlu tatap muka untuk melakukan transaksi. Dengan adanya internet, kepemilikan gadget, serta semakin mudahnya daftar jualan online mendorong orang untuk lebih suka belanja dari rumah.

Berjualan secara daring pada awalnya memang terkesan mudah dan irit modal. Akan tetapi, tantangannya pun tidak sedikit. Apalagi, persaingan penjual online pun makin ketat.

Nah, jika Anda ingin menjadi pelaku pedagang online yang berhasil, simak hal-hal yang wajib Anda hindari seperti di bawah ini:

Lambat Memberi Respons ke Pelanggan

Kekurangan belanja online adalah kita tidak bisa menyentuh dan mengetahui bentuk fisik bendanya secara langsung. Hanya bisa melihat berdasar gambar yang disediakan oleh penjual saja. Hal ini menyebabkan para pembeli cenderung lebih suka bertanya terlebih dahulu untuk memastikan kondisi barang tersebut.

Penjual yang tidak dapat memberi respon sesegera mungkin, tentunya akan membuat pembeli menunggu. Apabila masalah ini dibiarkan terlalu lama, pembeli bisa beralih ke penjual lain yang mampu memberikan respon lebih cepat.

Selain risiko kehilangan pelanggan, lambat  menjawab pertanyaan juga bisa meninggalkan kesan tidak baik yang membuat pembeli tidak mau berbelanja lagi di toko Anda.

Kondisi Barang Tidak Sesuai Dengan Deskripsi

Salah satu sumber informasi yang bisa diperoleh calon pembeli tentang barang dagangan kita adalah melalui deskripsi barang. Maka dari itu, Anda wajib mengisi kolom deskripsi dengan keterangan sejelas mungkin.

Apabila Anda berjualan baju, maka cantumkan ukuran, warna, dan rincian lain dengan benar. Misalnya lagi Anda menjual buku tulis dengan jelas kondisi buku Anda apakah itu bekas atau baru yang masih bersegel. Bila memang terdapat sedikit defect (cacat) Anda wajib mencantumkannya. Penjual yang jujur biasanya mendapat nilai lebih di mata pembeli.

Pastikan gambar yang Anda pasang tidak banyak melalui proses edit. Pembeli dipastikan akan kecewa dan melakukan blacklist terhadap toko Anda, apabila barang yang nantinya tiba tidak sesuai dengan deskripsi ataupun foto yang ada. Hati-hati, rating buruk dari pelanggan bisa membuat calon pembeli ragu untuk berbelanja di toko Anda.

Stock Tidak Update

Salah satu kekecewaan yang sering dialami para pembeli online adalah ketidaksinkronan antara apa yang tertulis di toko dengan kondisi sebenarnya. Cukup banyak calon pembeli yang memilih untuk langsung berbelanja dan membayar dibanding bertanya tentang stock-nya terlebih dahulu.

Jadi, sebaiknya Anda selalu memperbarui jumlah barang-barang yang tersedia agar calon pembeli tidak kecewa. Memang sedikit merepotkan, tapi ini penting dilakukan agar reputasi toko online yang Anda miliki tetap bagus di mata para calon pembeli atau pelanggan setia lainnya.

Term & Condition yang Tidak Jelas

Hal ini biasanya jarang menimpa penjual maupun pembeli yang melakukan transaksi di marketplace karena di sana aturannya sudah jelas. Ya, berbeda dengan toko online yang hanya berjualan di sosmed semacam Instagram, facebook, atau WA. Marketplace seperti Blibli telah mengatur alur pemesanan, cara pembayaran, refund, serta klaim garansi lain apabila barang yang dipesan tidak sesuai kondisi.

Pastikan Anda memiliki rules yang jelas mengenai hal-hal tersebut. Anda mungkin akan tetap bisa melakukan kesalahan meski ribuan transaksi telah berhasil dilakukan. Tapi terkadang, satu kesalahan ini bila tidak diselesaikan dengan baik bisa menjatuhkan nilai toko online yang sudah susah payah Anda bangun.

Jadi, tetap miliki layanan after sale yang baik untuk mengurangi risiko-risiko tidak diinginkan. Pelanggan mungkin komplain, tapi bila kita mampu menanganinya dengan cerdas, pelanggan tersebut justru bisa menjadi pelanggan setia.

Kurang Ramah

Meski dilakukan secara online, pembeli yang datang dan menanyakan barang-barang jualan kita bukanlah robot. Sebagai manusia, tentunya pelanggan ingin disapa dan dilayani dengan ramah layaknya konsumen yang datang langsung ke toko fisik.

Maka, mulailah menyapa calon pembeli setia Anda dengan sapaan ramah yang bersahabat. Tidak hanya sekedar mengucapkan terima kasih sudah membeli di toko Anda, tapi ucapan seperti “Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu?” atau “Terima kasih banyak, semoga hari ini Anda bisa menikmati aktivitas dengan menyenangkan.”

Ucapan-ucapan demikian biasanya lebih membekas di hati para pembeli. Efeknya, pembeli ini nantinya akan kembali lagi dan lagi karena merasa sudah nyaman dengan keramahan yang Anda lakukan.

Sediakan Cara Pembayaran yang Variatif

Anda pasti tahu kalau biaya transfer yang standar dipatok di Indonesia cukup tinggi, yakni Rp 6.500,00 per sekali transfer. Nominal tersebut terhitung lumayan besar jika pembeli harus membayar melalui bank yang berbeda dengan penjual.

Maka, apabila Anda memiliki transaksi selain di marketplace, pastikan Anda memiliki berbagai macam rekening bank dan juga e-wallet agar biaya transfer terpangkas habis.

Itulah beberapa penjabaran terkait hal-hal yang harus Anda hindari sebagai penjual online. Apabila Anda hendak berniat berjualan online, jangan lupa untuk cek Blibli, karena Blibli menyediakan lapak untuk berjualan secara online, yang tidak hanya dapat digunakan orang dengan brand besar, tetapi juga setingkat UMKM. (*/ila)

  Editor : Administrator
#blibli #Penjual Online #online shop #marketplace