Dari jumlah itu, 12 di antaranya merupakan program unggulan yang ditindaklanjuti dengan sembilan branding. Untuk mengawali program unggulan itu, Aziz fokus pada Rodanya Mas Bagia. Meski demikian, delapan program unggulan lainnya tetap berjalan.
"Program-program untuk tahun ini (2022) akan lebih dikuatkan lagi. Tahun kedua ini masih sama, Rodanya Mas Bagya akan lebih ditekankan lagi," tegas Aziz ditemui Jawa Pos Radar Jogja, Sabtu (26/2).
Rodanya Mas Bagia merupakan akronim dari Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat dan Bahagia. Program ini bertujuan membentuk masyarakat Kota Magelang yang mandiri di lingkungan masing-masing.
Untuk melaksanakan program tersebut, Pemkot Magelang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 30 juta untuk setiap rukun tetangga (RT).
Di Kota Magelang, terdapat 1.031 RT yang tersebar di 17 kelurahan, tiga kecamatan. Bentuk program yang dilaksanakan, setiap RT berbeda. Sebagai acuan, program tersebut harus sesuai dan mendukung tema pembangunan daerah.
Saat diluncurkan pada 2021, skema program ini dilaksanakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap RT harus menyusun dan mengusulkan Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Proses tersebut sekaligus memberikan edukasi bagi masyarakat untuk mengorganisir apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan.
"Ini harus dikelola dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga pelaporan. Nantinya, kami juga akan tetap mengevaluasi program ini di masyarakat," katanya.
Pemkot Magelang juga terus memberi pembekalan para kelompok masyarakat (pokmas) yang ada di setiap kelurahan. Seperti pada Senin (7/2) lalu, Aziz memberikan pembekalan kepada para pokmas yang ada di setiap kelurahan. Menurutnya, pokmas memiliki peran penting dalam pelaksanaan Rodanya Mas Bagia. "Pemberdayaan masyarakat, tanpa dibantu mayarakat sendiri tidak mungkin jalan. Di sini, pemerintah hanya sebagai regulator dan fasilitator saja," ujarnya.
Selain itu, Wali Kota Magelang telah mengukuhkan 448 pengurus LPMK se-Kota Magelang masa bakti 2022-2024 di GOR Samapta Kota Magelang, pada Kamis (10/2) lalu. Dokter Aziz mendorong kepada para pengurus LPMK untuk menguatkan sinergi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan kemandirian warga.
Menurutnya, tugas LPMK tidak mudah. Mereka harus berupaya agar masyarakat tidak bergantung dengan apapun.
"Kota Salatiga dan Kota Kediri sudah menjalankan. Nah, sekarang giliran kita (Kota Magelang) yang menjalankan. Harapan saya, perubahan akan muncul. Terutama kemandirian," tandasnya.
Aziz menyebut yang menjadi tolok ukur keberhasilan Rodanya Mas Bagia, diantaranya pemberdayaan masyarakat semakin terlihat.
“Penganggaran jalan, RKM juga bisa dilaksanakan. Nah, pada 2023 nanti, kami ulang dan lebih perkuat lagi," ujarnya. (vis/aya/jko/dwi) Editor : Editor News