Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMM Bina 23 WBP LPP Jogjakarta Dalam Pelatihan Cake & Cookies Batik

Editor News • Sabtu, 19 Juni 2021 | 23:53 WIB
DIHARAPKAN: - Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Bahtera Mitra Mahardhika (BMM) melalui Divisi Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat (DKPM) memberikan pelatihan pembuatan Cake and Cookies dengan tema batik kepada Warga Binaan Perempuan (WBP) Lembaga Pemasyarak
DIHARAPKAN: - Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Bahtera Mitra Mahardhika (BMM) melalui Divisi Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat (DKPM) memberikan pelatihan pembuatan Cake and Cookies dengan tema batik kepada Warga Binaan Perempuan (WBP) Lembaga Pemasyarak
RADAR JOGJA- Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Bahtera Mitra Mahardhika (BMM) melalui Divisi Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat (DKPM) memberikan pelatihan pembuatan Cake and Cookies dengan tema batik kepada Warga Binaan Perempuan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas II B Jogjakarta di Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul.

Kepala DKPM, Situt Setiawan menuturkan dengan adanya pelatihan keterampilan semacam ini, WBP diharapkan mampu memulai membuka usaha dan mempunyai keterampilan tambahan sehingga dapat mencari nafkah yang halal bagi keluarga setelah keluar nanti.

Dalam pelatihan Cake and Cookies kali ini sebenarnya terdapat kuota 10 peserta saja untuk 3 hari dari tanggal 9-11 Juni 2021, namun dikarenakan tingginya antusiasme dan minat WBP, kuota kita tambah menjadi 23 peserta yang kita atur bergantian selama 3 hari tersebut mengingat kapasitas ruang Baking di LPP.

Pelatihan Cake and Cookies ini masih terbatas, mengingat kapasitas ruang baking, singkatnya waktu dan banyaknya jenis kue yang dibuat.

“Hal yang menjadi daya tarik utama dalam pelatihan kali ini adalah karena terdapat nilai seni dan budaya yang kental pada kue yang disajikan karena terdapat gambar batik pada topping kuenya,”ujarnya.

Instruktur sekaligus pemilik brand dari Mr. One Cake and Cookies, Dewi Fatimah Ribut Purwaningsih menjelaskan bahwa batik sebagai topping tersebut adalah ciri khas dari kue yang di buat.

“Batik yang notabene menjadi warisan budaya pada makanan yang dibuat akan menambah nilai tambah dan dapat meningkatkan daya jual, selain itu produk-produk semacam ini sangat cocok menjadi oleh-oleh khas Jogjakarta,”terangnya.

Kepala Lapas Perempuan Jogjakarta , Ade Agustina mengatakan pelatihan ini sangat positif mengingat LPP mungkin pernah beberapa kali mengadakan pelatihan pembuatan kue dan semacamnya, namun baru kali ini terdapat hal unik yaitu batik yang digunakan sebagai topping di berbagai macam kue yang dibuat.

“Pelatihan Cake and Cookies semacam ini baru pertama kali dilakukan oleh LSM BMM di LPP Jogjakarta, sebelumnya BMM sudah pernah melakukan pelatihan pertanian di Lapas Kelas II B Sleman,”jelasnya. (*/sky) Editor : Editor News
#lapas perempuan #pelatihan kue