Pasar ini sempat berhenti beroperasi selama empat bulan karena pandemi Covid-19. Padahal pasar ini cukup diandalkan oleh para pedagang. Zaenal bercerita, sejak ia meresmikan destinasi wisata ini sejak tahun 2017 hingga sekarang perkembangannya cukup pesat.
“Tentu saya mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Banyubiru dalam mengambil kebijakan pengembangan lokasi wisata ini. Ditambah adanya pasar kuliner ini, pemberdayaan masyarakat tampak jelas dampaknya dalam perekonomian,” katanya.
Ia menyambut baik pembukaan kembali Pasar Tradisi Lembah Merapi. “Semoga keberadaan lokasi wisata ini memberikan manfaat positif guna menggerakkan geliat pariwisata dan roda perekonomian masyarakat. Sehingga pada suatu saat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magelang,” tambahnya.
Kepala Desa Banyubiru Wintoro mengatakan, sejak pasar ini dibuka awal tahun 2019 perputaran uang mencapai Rp 1,5 miliar. “Meskipun keadaan sekarang masih pandemi, pasar beroperasi sesuai ketentuan baru yakni menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Ia mengungkapkan, selama tutup lapak para pedagang sebanyak 37 rusak. “Itu lapak-lapak yang dipakai sekarang baru semua dibuat oleh para pedagang secara swadaya seminggu ini. Semangat masyarakat disini memang patut diacungi jempol serta kekompakannya,” ungkapnya.
Ia berharap dengan dibukanya kembali pasar ini dapat memulihkan kondisi ekonomi yang sempat terpuruk. Dalam pembukaan pertama ini berbagai wisatawan lokal maupun dari luar daerah telah berdatangan. “Tadi saya sempat berbincang satu keluarga dari Jakarta datang ke sini, kebetulan saat berlibur di Jogja,” tuturnya. (asa/laz)
Editor : Editor Content