"Saya tidak pernah menuduh PKI. Nek tenan PKI pun, tetep tak kancani," kata Gus Yusuf sambil tersenyum.
Ketua DPW PKB Jawa Tengah itu mengaku teman satu angkatan saat duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dengan HF. Bahkan hingga saat ini dirinya masih menjalin silaturahim dengan HF, karena merupakan teman ngaji. Keluarga besar HF juga sering berkunjung ke pondok untuk menjalin ukhuwah.
"Dia konco SD yo konco ngaji. Seminggu sebelum kejadian, saya juga sempat bertemu dan membicarakan sesuatu dengan dia. Saya akan menenggok di tahanan," tuturnya.
Pelaku Teror Bom Sakit Hati, Dicap PK
Dijelaskan ulama yang hobi sepak bola tersebut soal pribadinya.
"Kepada lawan politik saja saya memilih untuk tidak mengumpat. Apalagi ini dengan tetangga sendiri. Saya tidak pernah (menuduh PKI). Bukan karakter saya," ujarnya.
Ditanya soal informasi bahwa pelaku meneror wilayah Tegalrejo yang notabene kawasan pondok pesantren karena persoalan politik, kembali dengan tersenyum Gus Yusuf menanggapinya.Dijelaskan bahwa HF memang pernah hendak maju menjadi caleg PKB untuk daerah pemilihan Tegalrejo dan sekitarnya, pada 2004 silam. Setelah sekian lama berlangsung, dirasa tidak ada persoalan yang berarti.
"Kekecewaan secara politik bisa saja. Dia mau nyalon tahun 2004. Itu sudah 12 tahun. Setelah itu masuk PDIP. Masuk tahun 2009. Saat itu (2004) dia minta nomor 1 untuk dapil sini. Tapi sudah ada Pak Nur Salim.Itu mekanisme partai. Tapi setelah itu silaturahmi kita baik kok," jelasnya.
Suasana Ponpes API Tegalrejo menurut Gus Yusuf tidak terganggu dengan aksi tersebut. Tidak ada sedikitpun perubahan pada santri. Apalagi mereka tidak begitu mengikuti perkembangan media massa.
"Kaget saja. Antara percaya dan tidak ,masyarakat sini," ungkapnya.
Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom Tegalrejo
Ia mengatakan, dengan peristiwa ini maka menjadi moment untuk meningkatkan kewaspadaan bersama. Isu dan aksi teror bisa datang dari manapun. Kondisi ini bisa menjadi pelajaran masyarakat untuk selalu berhati-hati.
"Kalau dia (HF) sakit hati, pribadi saya yang salah," tandasnya.(adi/dem) Editor : Editor News