Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bermain Air di Geo Tubing Lava Bantal

Administrator • Sabtu, 24 Desember 2016 | 21:17 WIB
SERU: Sri Purnomo menjajal Geo Tubing Lava Bantal di Kalitirto, Berbah, Sleman kemarin.(Foto:SETIYAKI/Radar Jogja)
SERU: Sri Purnomo menjajal Geo Tubing Lava Bantal di Kalitirto, Berbah, Sleman kemarin.(Foto:SETIYAKI/Radar Jogja)
 

 

Susuri Aliran Sungai Opak


 

Wisata alam masih menjadi pilihan di tengah padatnya rutinitas. Sejenak melupakan beban pekerjaan, menikmati indahnya alam, sejuknya hawa di pegunungan, hingga memacu adrenalin menyusuri sungai.

 

BAGI pecinta wisata air, tidak ada salahnya menjajal Geo Tubing Lava Bantal. Berada di Kalitirto, Berbah, Sleman, objek wisata ini menyajikan sensai berbeda. Wisatawan diajak kekeceh menggunakan ban raksasa. Menyusuri aliran sungai Opak hingga kawasan lava bantal di sisi selatan.


Jarak tempuh geo tubing ini mencapai dua kilometer. Durasi waktu yang dibutuhkan berdasarkan debit air. Bisa mencapai 45 menit jika arus deras, dan satu hingga dua jam jika arus normal. Selama perjalanan akan disajikan pemandangan asri pedesaan dan sawah di pinggiran sungai.


Ketua Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) Guntur Eka Prasetya menuturkan, ada edukasi dalam objek wisata ini. Titik finis berada di kawasan lava bantal. Kawasan ini berupa batuan lava yang mengeras dan berumur ribuan tahun.


"Ini adalah aliran lava dari gunung purba Nglanggeran," ujarnya.


Guntur menjelaskan, wisata ini sekaligus mengajak wisatawan mempelajari sejarah geografis Sleman. Menunjukkan bahwa ada gunung berapi lainnya selain gunung Merapi. Gunung ini telah mati ribuan tahun yang lalu.


Sementara untuk faktor keamanan, Guntur menjamin objek wisata ini sudah layak. Setiap wisatawan dibekali helm keselamatan dan pelampung. Selain itu, pengelola juga menyediakan perlengkapan P3K.


"Tim sudah mendapat pelatihan dari Federasi Arung Jeram (FAJI) Jogjakarta untuk tekniknya," kata Guntur.


Koordinasi juga dilakukan dengan radio panggil (handy talkie) oleh tim. Pemegang radio panggil ini berjaga di sepanjang aliran sungai. Adapula tim radio panggil yang memantau aliran hulu sungai opak.


"Untuk syarat usia minimal usia 13 tahun. Jika banjir arus sangat deras, tidak beroperasi. Tersedia 100 ban, helm, dan pelampung bagi yang ingin menjajal objek wisata ini," kata Guntur. (dwi/ila/ong)

[ad id="38971"] Editor : Administrator
#liburan ke Jogja #liburan #Wisata #Geo Tubing Lava Bantal