Para pemain yang akan berperan sebagai tentara, Aktor Rio Dewanto (Kapten Stario),Yama Carlos (Lettu Arga) dan Boris bokir (Serka Gulamo) harus melaksanakan pelatihan militer dasar terlebih dahulu, sebelum memasuki proses pengambilan gambar. Selama empat hari, mereka digembleng dan dikenalkan tentang kehidupan kemiliteran di Batalyon Infantri 328/Para Raider Kostrad, Cilodong. Film yang disutradarai oleh Benni Setiawan mengisahkan tentang Kontingen Pasukan Garuda XXIII Indonesia yang akan berangkat tugas di Lebanon, sebagai Pasukan Perdamaian PBB.
Dalam misinya di Lebanon, Kontingen Garuda XXIII tidak saja mencegah konflik dua negara yang sedang berselisih, melainkan memberikan bantuan sosial kepada warga setempat.Film yang mengambil lokasi syuting di Indonesia dan Lebanon itu menyampaikan pesan bahwa bangsa Indonesia melalui Kontingen Garuda XXIII dapat mengukir prestasi dalam forum internasional, dan dicintai bukan saja oleh bangsa sendiri, melainkan bangsa lain.Selain itu, film ini juga memperkenalkan budaya Bangsa Indonesia yang berbudi luhur serta dapat diterima dan membawa nama baik dalam kancah internasional.
Film yang dibumbui dengan kisah asmara Kapten satrio dan diselingi berbagai kejadian yang menegangkan diantaranya adalah saat melerai pertikaian antara tentara Israel dengan tentara Lebanon, membebaskan rekan prajurit Spanyol dari sandera pasukan Hizbullah, memberikan bantuan sosial kepada warga setempat dan memberikan pemeriksaan kesehatan serta informasi.
Usai menonton film tersebut, Gubernur Akmil mengatakn film ini apik dan enak ditonton. Sangat baik untuk ditonton sebagai wahana pembelajaran dan bekal kepada para taruna/taruni, sebelum nantinya bertugas.
"Banyak tantangan, hambatan dan permasalahaan yang akan dihadapai untuk meraih keberhasilan dalam melaksanakan tugas, baik itu bersumber pada diri pribadi maupun permasalahan yang dihadapai oleh anak buah nya dari pasukan yang dia pimpin," tandas Gubernur Akmil.(dem/hes)
Editor : Administrator