BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
MAKANAN TRADISIONAL: Peserta JJTM mencicipi makanan geblek saat berada di rumah budaya Desa Wisata Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, kemarin (27/4).
Banyak Potensi Layak Jual, Tetapi Infrastruktur Belum Lengkap
Berbagai permasalahan masih menyertai pengembangan dan promosi wisata di Purworejo. Padahal, Pemprov Jawa Tengah telah memberikan perhatian lebih dengan rencana pembangunan bandara internasional di Kulonprogo.
BUDI AGUNG, Purworejo
Sejumlah pandangan dan koreksi konstruktif disampaikan dari sejumlah peserta Jawa Tengah Travel Mart (JTTM) yang digelar Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti 40 seller di Jawa Tengah dan 60 buyer dari seluruh Indonesia. Mereka mengadakan kunjungan di Purworejo dan Kebumen 25-27 April 2016.
Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan infrastruktur baik jalan maupun fasilitas pendukung di objek wisata, kulinernya belum terlihat menonjol. Ketersediaan penginapan yang representatif dan juga keterbatasan sinyal operator di objek-objek wisata.
Farida dari Triyasa Semarang mengatakan Purworejo memiliki objek wisata beragam dan layak untuk dijual. Ternyata Purworejo memiliki banyak potensi yang layak diangkat. Tapi masih perlu pembenahan misalnya jalan ke lokasi dan fasilitas di objek wisata. "Makanan yang khas juga masih kurang terlihat," kata Farida saat berada di Rumah Budaya Desa Wisata Kaligono, Kecamatan Kaligesing, kemarin (27/4).
Ohara Pasaribu dari Balistar Holiday Medan Sumatera Utara juga menilai Purworejo kaya akan potensi wisata. Hanya saja, ketersediaan pengingapan representatif masih amat minim. Dari pengalamannya bermalam di salah satu hotel, menunjukkan pengelola hotel masih kurang maksimal.
"Kami biasanya membawa wisatawan dari Singapura atau Malaysia dan mereka lebih memilih tinggal di hotel karena benar-benar ingin istirahat," jelasnya. Nah, kalau hotelnya tidak siap, dia mengaku akan kesulitan menjualnya. Tapi secara umum Purworejo sudah baik.
Minimnya ketersediaan sinyal operator seluler dipermasalahkan Rina dari GS Tour Semarang. Padahal, saat ini, kebutuhan komunikasi amat tinggi. Karena di mana pun berada pekerjaan bisa tertangani melalui telepon. "Di beberapa tempat wisata utamanya yang di pegunungan, sinyalnya sering hilang," ujar Rina.
Dia berharap pemkab bisa bekerjasama dengan layanan operator seluler untuk meningkatkan layanan jaringan. Sehingga, wisatawan yang datang ke objek wisata tetap bisa berkomunikasi dengan baik.
Ketua Tim Jawa Tengah Travel Mart, Eko Hari Mujiharto mengatakan Purworejo dan Kebumen menjadi fokus utama promosi yang diadakan JJTM. Itu dikaitkan dengan rencana keberadaan bandara internasional Jogjakarta di Kulonprogo. Sehingga kedua kabupaten diharapkan bisa menyiapkan diri menyambut wisatawan. "Ini menjadi periode ketiga kami. Tahun 2014 di Wonosobo dan Banjarnegara, tahun 2015 di Rembang dan Blora," ujar Eko.
Menurutnya, sebelum turun ke lapangan, timnya telah audiensi dengan Bupati Purworejo Agus Bastian. Bupati menyambut baik dan mendukung kegiatan itu. "Bahkan bupati menjanjikan enam bulan ke depan bidang pariwisata akan menjadi dinas sendiri," imbuh Eko.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian dan Pariwisata Purworejo Lilos Anggorowati, mengatakan dalam kunjungan ke Purworejo, rombongan JJTM diajak melakukan tinjauan lapangan di Gua Seplawan dan Taman Sidandang di Kecamatan kaligesing. Dua lokasi yang lain adalah Bedung Pendowo di Masjid Agung Purworejo serta Ruang Pamer Dekranasda. (din) Editor : Administrator