Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Teror Penembakan Resahkan Pecinan Magelang

Administrator • Jumat, 22 April 2016 | 22:56 WIB
Photo
Photo
Harnum Kurniawati/Radar Jogja
MAGELANG - Teror berupa penembakan kini menghantui para perempuan, khususnya karyawan toko, di Kota Magelang. Sedikitnya enam wanita menjadi korban penembakan orang tak dikenal di kawasan pecinan Jalan Pamuda.

Kasus penembakan menggunakan senapan angin atau airsoft gun itu kini masih dalam penyelidikan Polres Magelang Kota. Ditargetkan dalam waktu secepatnya pelaku penembakan yang membuat warga resah itu, segera bisa ditangkap.

Aksi penembakan ini dilakukan menjelang tutup toko di Jalan Pemuda, kawasan yang menjadi jantung Kota Magelang. Teror penembakan itu telah berlangsung sejak awal bulan hingga puncaknya Rabu (20/4) malam sekitar pukul 21.10 WIB.

Rupanya aksi teror yang membuat rasa tidak aman karyawan toko itu terjadi berututan. Aksi penembakan terjadi mulai Sabtu (16/4) malam hingga Rabu (20/4) malam. Bahkan, hanya selang beberapa dua jam, dua korban terluka.

Kejadian pertama dialami karyawan Apotek Enggal, Agustri Purnami, 28, warga Dusun Tegal, Rejopanjang, Ambarawa, saat pulang menuju indekos di Bogeman, Kota Magelang. Usai menutup apotek ia hendak pulang dengan menyeberang jalan. Baru berjalan 10 langkah, tiba-tiba dikejutkan suara letusan.

Selang beberapa menit kemudian, ia merasakan nyeri di pinggang bagian kiri, dan setelah dilihat mengalami luka memar. Dia terus pulang dan sampai kos diberitahu pemilik rumah jika terkena luka tembak. Korban lalu dibawa ke RSUD Tidar untuk diobati. Namun setelah dilakukan rongent, tidak ada peluru atau benda yang masuk di pinggannya.

Peristiwa kedua terjadi sekitar pukul 21.10 WIB dengan korban Dwi Mega S, 16, warga Karanggading, Kota Magelang, usai makan di kawasan Alun-Alun bermaksud pulang. Saat berjalan dan kawasan pecinan, ia terkejut oleh suara letusan dan bersamaan itu merasakan kesakitan di paha bagian kanan hingga tidak bisa berjalan.

Saat itu dengan minta bantuan tukang ojek, dibawa menuju RSUD Tidar. Namun setelah dirongent, tidak ada benda di bekas yang terluka. Dari dua kejadian aksi teror penembakan itu, lantas dilaporkan kepada petugas Polres Magelang Kota.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto mengatakan, aksi penembakan diduga menggunakan senapan angin atau airsoft gun. Pihaknya kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif maupun pelakunya.

"Kami telah sebar intel dan Resmob untuk mencari pelakunya," kata Edi Purwanto di sela-sela menghadiri peringatan Hari Kartini di Pendapa Pengabdian, Rumah Dinas Wali Kota Magelang, kemarin (21/4).

Menurut Edi, sejauh ini ada empat korban yang telah dimintai keterangan. Korban kebanyakan wanita dan kejadian dilakukan menjelang toko tutup. "Saksi yang telah kami periksa antara 4-5 orang. Harapan kami secepatnya pelaku tertangkap," tegasnya. (cr1/laz) Editor : Administrator
#Magelang #Penembakan